Masih Terdaftar Sebagai Bandara Khusus

Reaktivasi Bandara Ngloram

Senin, 20 November 2017, Dibaca : 1482 x Editor : samian

Ahmad Sampurno
Bandara Ngloram di Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.


SuaraBanyuurip.comAhmad Sampurno

Blora – Masyarakat dan Pemerintah Daerah (Pemda) Blora, Jawa Tengah, berharap besar Bandara Ngloram di Kecamatan Cepu, bisa dioperasikan kembali. Itu diungkapkan oleh Djati Walujastono, Kabid Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Dinas Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Blora, kepada Suarabanyuurip.com, Senin (20/2/11/2017).

Beberapa tahun sebelumnya, kata dia, berita yang sama pernah muncul tetapi akhirnya lenyap. Kemudian kabar revitalisasi Bandara Ngloram tahun 2017 ini muncul lagi.  “Pemda dan rakyat Blora juga antusias menyambut kabar tersebut,” ujar Djati. 

Baca Lainnya :

    Apakah memang revitalisasi Bandara Ngloram bisa terwujud seperti harapan rakyat Blora?. Tentunya menunggu perkembangan selanjutnya.

    "Kita tunggu perkembangan berikutnya, sambil mengamati kegiatan yang dilakukan stakeholder,” terangnya.

    Baca Lainnya :

      Djati menjelaskan, bahwa saat ini Bandara tersebut masih terdaftar sebagai bandara khusus namun tidak aktif. “Informasi secara umum bandara Ngloram sebagai bandara khusus adalah bandara kelas IV (empat), koodinat 07°11’41”S 111°32’53”E/71.19472°S 111.54806°E, Landas Pacu (runways) 900 m x 30 m (hotmix), Landas Hubung (taxiways) 160 m x 18 m (hotmix), Landas Parkir 75 m x 40 m (hotmix), Jalan Akses Sirtu, dan Pesawat Terbesar Cassa-212,” ungkapnya.

      Rencananya Bandara Ngloram akan berubah status dari bandara khusus ke bandara umum. Disamping itu juga direncanakan untuk training area sekolah penerbangan oleh Kementerian Perhubungan.

      “Pelatihan Penerbangan Cross Country direncanakan penerbangan alternatif 1 adalah 3 jalur rute penerbangan Bandara Ngloram, Bandara Noto Hadinegoro, Jember dan  Bandara Trunojoyo, Sumenep-Madura. Sedangkan alternatif 2 adalah 3 jalur rute Bandara Ngloram, Bandara Trunojoyo Sumenep dan Bandara Blimbingsari Banyuwangi,” paparnya.

      Lebih lanjut, Djati menerangkan, kebutuhan bandara umum terdiri beberapa komponen. Diantaranya, Kawasan untuk kegiatan (airside, landside), Lapangan Terbang (Landas Pacu): arah Landas Pacu, panjang dan lebar landas pacu, kekuatan landas pacu, rambu-rambu seputar landas pacu). Adapun fasilitas lain yang berada di Lapangan Udara (alat bantu Navigasi, Pemanduan lalu-lintas udara dan Fasilitas Pengamatan, Pelaporan Cuaca), Terminal Penumpang (berbagai jenis fasilitas, aliran penumpang dan bagasi, bentuk terminal) dan Terminal Cargo (fungsi terminal Kargo, aliran barang di terminal kargo, faktor yang menentukan ukuran dan bentuk terminal kargo).

      Sedangkan tahapan Reaktivasi Jangka Pendek yang rencana dilakukan pada tahun 2018 yang akan dilakukan oleh Kementrian Perhubungan adalah penyusunan beberapa dokumen-dokumen antara lain Master plan (MP), Rancana Teknik Terinci (RTT), Amdal/dokumen Lingkungan, KKOP, feasible study dan dokumen lainnya. Berikutnya adalah verifikasi fasilitas yang ada kemudian Register Bandara Ngloram sebagai bandara umum.

      Dia menambahkan, potensi cakupan daerah yang dilayani ketika bandara tersebut aktif, ada empat wilayah. Yaitu Kabupaten Blora dan Kabupaten Rembang Jawa Tengah, kemudian kabupatan Bojonegoro dan Kabupaten Rembang serta Kabupaten Ngawi Jawa Timur.

      “Untuk Blora diperkirakan calon penumpangnya adalah peserta sertifikasi atau karyawan di PPSDM Migas, karyawan PT Pertamina Assest IV, termasuk karyawan yang ada di CPP Blok Gundih, karyawan PEPC ADK, dan mahasiswa STEM-Akamigas. Kemudian karyawan Perhutani KPH Cepu, KPH Blora, KPH Randublatung dan karyawan Puslitbang Perhutani. Termasuk juga karyawan PT KAI, karyawan Perusahaan PT GMM, karyawan Pemda Blora serta masyarakat Blora,” urainya.

      “Bagitu pula dari wilayah Kabupaten Bojonegoro dan Tuban yang terdapat berbagai perusahaan tambang dan migas. Di Kabupaten Rembang juga terdapat perusahaan tambang besar serta perusahaan sector Migas,” pungkasnya.

      Syamsul Arif, Kepala Dinas Perumahan Pemukiman dan Perhubungan (Dinrumkimhub) Blora, menyatakan, jika saat ini Bandara Ngloram masih pada tahapan transfer asset dari Kementerian ESDM kepada Kementerian Perhubungan. “Pemkab akan menyiapkan jalannya,” tandas Syamsul Arif. (ams)


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more