Pembangunan Jembatan Ngadiluwih Selesai 100 Persen

Selasa, 14 Januari 2020, Dibaca : 1113 x Editor : samian


SuaraBanyuurip.com - Samian Sasongko

Bojonegoro - Pembangunan Jembatan Ngadiluwih penghubung Desa Bandungrejo ke Ngasem, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, oleh PT Rekayasa Industri (Rekind) telah selesai 100 persen.

Ambrolnya Jembatan berukuran 6x3 meter yang juga merupakan poros Kecamatan Ngasem ke Kecamatan Gayam tersebut terjadi pada Rabu (11/12/2019) sekitar pukul 16.30 WIB. Akibat tidak mampu menahan beban berat truk tronton bermuatan pasir seberat 45 ton saat melintas.

Baca Lainnya :

    "Alhamdulillah pembangunan Jembatan Ngadiluwih sudah 100 persen selesai, dan hari ini kami serahkan ke Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Bojonegoro," kata Site Manager PT Rekind, Zainal Arifin, kepada Suarabanyuurip.com, Selasa (14/01/2020).

    Zainal menjelaskan, untuk sementara kendaraan yang boleh menggunakan baru roda dua, dan roda empat masih melalui jalan darurat yang berada di sebelah Jembatan.

    Baca Lainnya :

      "Kendaraan roda empat boleh melintas mulai Hari Senin 20 Januari 2020," ujar pria humanis ini.

      Di harapkan dengan selesainya pembangunan jembatan kegiatan warga pengguna jalan poros Ngasem-Bandungrejo bisa kembali Normal . Pihaknya juga mohon maaf atas kejadian rusaknya Jembatan Ngadiluwih tersebut yang disebabkan oleh pengguna jalan yang salah masuk ke jalan yang tidak seharusnya dilewati sebagaimana Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin) yang ada.

      "Kami mohon bantuan warga kerjasamanya dalam menjaga aset Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro yang sudah terbangun tersebut untuk menggunakan jalan sesuai peruntukannya dan tidak melanggar batas muatan yang di izinkan melintas di jalan penghubung desa," pungkasnya.

      Warga Desa Ngadiluwih, Pariono mengaku, bersyukur atas kepedulian Rekind membangun Jembatan Ngadiluwih tersebut. Sehingga arus lalu lintas bisa kembali lancar. 

      "Terima kasih kepada Rekind dan Pemkab Bojonegoro atas kepeduliannya membangun. Sehingga kami dapat lancar kembali untuk beraktivitas bertani," sambungnya.(sam)


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more