Pemdes Bonorejo Ancam Hentikan Proyek Tripatra

Rabu, 12 Desember 2012, Dibaca : 1723 x Editor : nugroho

SuaraBanyuurip.com - Samian Sasongko

Bojonegoro – Pemerintah Desa (Pemdes) Bonorejo, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mengancam menghentikan proyek kampung tunel di desa setempat. Karena hingga kini PT. Tripatra Engineers & Constructors, kontrak Mobil Cepu Limited (MCL), belum membangun akses warga menuju sendang dan sawah sesuai kesepakatan awal.

Baca Lainnya :

    Pembangunan kampung tunel itu sekarang ini tengah dikerjakan CV. Jaya Makmur (Jamu) bersama CV. Sinergy, subkontaraktor PT. Tripatra Engineers & Constructors, kontraktor proyek Engineering Procurement and Construction (EPC)-1, Banyuurip.

    Kepala Desa (Kades) Bonorejo, Siti Rokayah, mengatakan, pengerjaan proyek kampung tunel yang berfungsi sebagai perlintasan warga itu akan segera diberhentikan sebelum jalan menuju sendang dan jalan perlintasan warga menuju kesawah dikerjakan terlebih dulu.

    Baca Lainnya :

      "Silahkan kampung tunel dikerjakan. Asalkan, akses warga kesawah dan sendang dibangun dulu," kata Siti Rokayah dijumpai di kediamannya, Selasa (11/12/2012) malam.

      Dia menjelaskan, Pemdes Bonorejo tidak ada niatan menghambat atau menghalang-halangi pelaksanaan proyek migas Blok Cepu. Namun, janji yang sudah disepakati antara warga, pemerintah desa dengan MCL maupun kontraktornya PT. Tripatra Engineers & Constructors juga harus diwujudkan.

      “Supaya tidak memunculkan kecemburuan sosial warga kepada Pemdes Bonorejo dan prasangka yang tidak-tidak,” ucap Rokayah.

      Sebab, dia khawatir, dari total tanah kas desa sepanjang 600 x 5 meter itu  400 meter diantaranya merupakan jalan warga menuju sawah dan 200 meter lainnya adalah jalan menuju sendang.

      Dikonfirmasi terpisah, Comunnity Affairs PT Tripatra Engineer & Constructors, Budi Karyawan, menegaskan, tetap akan memegang komitmen untuk membangun jalan perlintasan warga menuju sawah dan sedang. Namun, untuk melaksanakan itu harus melalui proses agar semuanya bisa berjalan.

      "Material gorong-gorong dan bongkaran pedel di lokasi akan digunakan untuk memperkeras jalan tersebut," kata Budi Karyawan melalui pesan pendek, Selasa (11/12/2012) malam.

      Sebagai tahap awal, kata Budi, pihaknya telah melakukan pemasangan gorong-gorong sepanjang 24 meter dan selebar 4 x 1.5 meter. Dari material galian itu kemudian akan ditimbunkan ke jalan menuju sendang yang nantinya juga digunakan sebagai jalan peralihan.

      "Lha kalau mau kerja sudah dihalangi begitu bagaimana kita mau membetulkan jalan ke sendang dan sawah," keluh Budi.

      Dia menambahkan, permasahalan ini dimungkinkan karena adanya pemahaman berbeda dari Pemdes Bonorejo. Karena itu pihaknya segara akan berkoordinasi dengan Pemdes Bonorejo untuk meluruskan dan menjelaskan konsep pembangunan kampung tunel tersebut.

      ”Kalau pak Jogoboyo sudah mengerti metode kerja kita mas. Mungkin saja bu lurah yang belum mengerti dan itu akan kita jelaskan,” pungkas Budi.(sam)


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more