Pemdes Sambiroto Pertanyakan Sistem CSR

Selasa, 13 Mei 2014, Dibaca : 725 x Editor : nugraha

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro - Pemerintah Desa Sambiroto, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur merasa keberatan dengan sistem program Corporate Social Responsibility (CSR) dari operator Lapangan Sukowati, Blok Tuban, Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB P-PEJ). Kepala Desa Sambiroto, Sudjono, mengungkapkan, sistem yang dibuat JOB P-PEJ adalah dengan menyediakan material langsung kepada desa. Padahal toko yang ditunjuk tidak mengetahui kebutuhan dalam pembangunan desa.

"Sedangkan kita harus menyediakan uang untuk tenaga kerjanya, ya uang darimana?" tukas Sudjono kepada SuaraBanyuurip.com, Selasa (13/5/2014). Dia menjelaskan, program CSR tahun 2013 dari JOB P-PEJ saja nilainya turun drastis, dari awalnya sekitar Rp500 juta menjadi Rp351 juta. Meskipun sudah diselesaikan semua, desa tidak bisa mengerjakan secara langsung karena peraturan telah berbeda.

Baca Lainnya :

    "Sebaiknya dibuat sistem tender saja, untuk program pembangunan siapa, program pemberdayaan ekonomi siapa, dan program yang lainnya. Jadi tetap melibatkan desa," imbuhnya.

    Dengan sistem yang sekarang ini tidak memperbolehkan cash money atau uang tunai, program CSR tahun 2014 pun menjadi sulit diwujudkan. Jangankan mengajukan proposal, dana yang disiapkan saja nilainya tidak tahu sama sekali.

    Baca Lainnya :

      "Program desa ya tergantung JOB P-PEJ sekarang, mereka mau kasih berapa dan berwujud apa. Mungkin nilainya juga turun lagi," tegasnya.

      Meskipun begitu pihaknya berharap, JOB P-PEJ tetap memberikan program CSR bagi masyarakat di desa Sambiroto yang masuk Ring 1 karena CSR adalah kewajiban perusahaan. Sementara itu, Field administration Superintendant JOB P-PEJ, Basith Syarwani, belum memberikan tanggapannya mengenai program CSR tersebut. (rien)


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more