Perayaan Agustusan di Blok Cepu Dilarang Berlebihan

Selasa, 13 Agustus 2013, Dibaca : 978 x Editor : nugroho

samian sasongko
KARYA ANAK DESA : Kepala Desa Bonorejo menunjukkan Seni Kaligrafi dari kulit telor yang dibuat warganya.


SuaraBanyuurip.com - Samian Sasongko

Bojonegoro – Perayaan 17 Agustus untuk memperingatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 68 Kemerdekaan Republik Indonesia di wilayah Lapangan Migas Blok Cepu bakal tak semeriah seperti tahun 2012 lalu. Sebab sesuai surat edaran dari Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Timur yang diterima kepala desa di wilayah Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, ring 1 Sumur Banyuurip, perayaan 17 Agustusan tidak boleh dilaksanakan secara berlebihan.

Alasannya, berkenaan dengan akan dilaksanakannya pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur (Jatim) yang rencananya akan digelar pada 29 Agustus 2013 mendatang.

Baca Lainnya :

    "Sesuai intruksi Kapolda melalui Polres Bojonegoro sampai Polsek Gayam hingga Desa Bonorejo untuk tidak berlebihan dalam merayakannya," kata Kepala Desa Bonorejo, Kecamatan Gayam, Siti Rokhayah saat memberi sambutan dalam acara halal bihalal yang digelar di Masjid Al Iklas, Selasa (13/08/2013) malam.

    Dia menjelaskan, perayaan 17 Agustusan diminta untuk ditangguhkan. Namun itu bukan berarti tidak dibolehkan merayakan. Hanya saja, tidak boleh secara berlebihan dalam mengadakan perlombaan yang mengundang kerawanan massa. Semisal, sepak bola, bola voly dan lomba-lomba lainnya yang mengundang pertengkaran.

    Baca Lainnya :

      "Edaran penangguhan sementara itu dimulai tanggal 12 sampai 30 Agustus 2013," tegas Rokayah.

      Atas nama Pemerintah Desa Bonorejo, Rokayah mengucapkan, banyak terima kasih atas dukungan dan kerja samanya semua warga sekitar kususnya warga Bonorejo dalam mendukung kegiatan roda pemerintahan. Baik dalam pelaksanaan program pembangunan maupun yang lainnya.

      Sekedar diketahui, acara halal bihalal, itu bersamaan dengan ulang tahun ke tiga Generasi Pemuda Puduk Raya (Gempur) dan sekaligus untuk memperingatai 17 Agustus. Dalam kegiatan ini mendatangkan Ustad Mudzofar dari Desa Cengungklung, Kecamatan Gayam untuk memberikan siraman rohani kepada tamu undangan yang hadir.

      Selain itu dalam kesempatan itu, Kepala Desa Bonorejo menyempatkan melihat hasil karya warga Sukorejo (Puduk) berupa Kali Grafi yang bahannya berhasal dari cangkang (kulit) telor.(sam)


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more