Saling Menghargai Etika Profesi

Selasa, 25 Februari 2020, Dibaca : 317 x Editor : samian

Teguh Budi Utomo
Kapolres Tuban, AKBP Ruruh Wicaksono.


SuaraBanyuurip.com - Teguh Budi Utomo

Tuban - Ada harapan tentang keterbukaan dalam bungkus kemitraan terlontar dari bibir AKBP Ruruh Wicaksono kepada warga Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Pamen Polri melati dua yang menjabat Kapolres di Bumi Ranggalawe sejak pekan ketiga bulan Februari 2020 ini begitu bersahaja.

Mantan Kapolres Madiun kelahiran Ngawi itu, tampak memiliki kepercayaan diri yang sanggup meyakinkan publik. Bagi bapak dua putra ini, membumi bersama elemen masyarakat menjadi hal yang tak bisa diabaikan.

Baca Lainnya :

    "Terhadap teman-teman wartawan, saya berharap kita bisa kerjasama yang baik untuk saling memberi informasi kepada masyarakat," kata pria yang 42 tahun silam dilahirkan di daerah tepian sungai Bengawan Solo, Kabupaten Ngawi saat acara Cangkrukan dengan Media di rumah dinas Wakapolres di Jalan Veteran Tuban, Senin (24/2/2020) malam.

    Ruruh, begitu lelaki murah senyum ini akrab disapa, melihat pers adalah mitra kerja yang potensial. Makanya tak perlu pula menutup diri, apalagi ketakutan dengan pelakon jurnalisme.  

    Baca Lainnya :

      "Di era seperti sekarang, tak perlu menutupi informasi karena malah mengundang spekulasi dan dicari-cari wartawan," kata AKBP Ruruh. "Dengan cara tersendiri kami akan menjelaskan apapun informasi yang dibutuhkan teman wartawan," pungkasnya.

      Konsep keterbukaan saling menghargai dari Kapolres Tuban itu, dinilai Ketua PWI Tuban Pipit Wibawanto, telah menjadi tuntutan profesi wartawan. Ia pun berharap kemitraan harmoni antara media dan institusi baju coklat, menjadi bagian terdepan dari konsep kerjasama di daerah sarat nilai histori ini.

      "Tuban adalah kota tua dengan segala warna kulturnya, bahkan punjer syiar Islam di era kewalian ada di Tuban," kata jurnalis asal Kediri itu.

      Terlepas dari nilai-nilai budaya dan sejarah kota tua, karena Tuban ada sebelum Majapahit dideklarasikan sebagai kerajaan  di tengah hutan Tarik oleh Dyah Sanggrama Wijaya, timpal Ketua Ronggolawe Press Solidarity (RPS) Khoirul Huda, saling menghargai etika profesi adalah ihwal yang tak lagi bisa ditawar.

      "Hargai kami karena jurnalis memiliki etika profesi, seperti kami juga menghargai kawan-kawan Polisi yang juga memiliki protap atau etika profesi  kinerja melayani publik," tegas Huda di hadapan lebih dari 50 personil pimpinan jajaran Polres Tuban yang kala itu membaur dengan kalangan jurnalis, nitizen, dan pelakon media sosial. (tbu)


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more