Sarasehan PPI Dunia 2020: Fadjroel, Jerry, dan Sandiaga Hadir

Minggu, 09 Februari 2020, Dibaca : 677 x Editor : samian

Ist/Samian Sasongko
FOTO BERSAMA : Para pendiskusi foto bersama usai acara Sarasehan Nasional PPI Dunia.


SuaraBanyuurip.com - Samian Sasongko

Jakarta - Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) se-Dunia menyelenggarakan acara Sarasehan Nasional PPI Dunia. Alumni/Millennials Connect 2020 dengan tema, “Aspire to Innovate a Progressive Movement for Indonesia,” di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Sabtu tanggal 8 Februari 2020.

Melalui kegiatan Alumni Coonect ini diharapkan menjadi wadah untuk memaksimalkan Sumber Daya Manusia (SDM) Unggul lulusan luar negeri yang sudah kembali ke Indonesia untuk berkontribusi bersama membangun harapan Indonesia.

Baca Lainnya :

    Salah satu diskusi panel yang diselenggarakan oleh PPI Dunia membahas tentang metamorfosis generasi millennials menuju 2030 dalam mempersiapkan pembangunan Indonesia.

    Co-Founder Indonesian Energy and Environmental Institute (IE2I) dan Presiden Asosiasi Alumni Michigan State University (MSU) di Indonesia, Satya Hangga Yudha Widya Putra, mengungkapkan, dibandingkan sebelumnya ada banyak anak-anak muda yang menempuh pendidikan mereka di luar negeri baik itu untuk S1, S2, ataupun S3. Menempuh pendidikan di luar negeri membantu kita untuk menjadi lebih mandiri dan kita dapat memperluas wawasan dan jaringan kita.

    Baca Lainnya :

      Sekarang ada beberapa beasiswa yang diberikan oleh Pemerintah Indonesia, swasta, dan juga pemerintahan luar negeri yang dapat membantu membiayai kita untuk menempuh studi di luar negeri.

      "Walaupun ada banyak sekali hal yang perlu direvisi dan dirubah di dalam sistem pendidikan kita, saya melihat SDM kita semakin unggul," kata pria jebolan Amerika Serikat untuk S1 (Michigan State University) dan S2 (New York University) dan Penerima Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), kepada Suarabanyuurip.com, Minggu (9/2/2020).

      Kata Hangga, untuk mengabdi kepada negara tidak harus kembali balik ke Indonesia. Memang betul kita bisa bekerja di pemerintahan atau di swasta, baik itu swasta nasional ataupun internasional yang berada di Indonesia dan secara otomatis kita akan berkontribusi kepada negara. Tetapi kalaupun kita tinggal dan bekerja di luar negeri asalpun itu dapat memberikan manfaat kepada negara itu juga menjadi salah satu bentuk dalam mengabdi kepada negara kita.

      "Pertanyaan yang kami angkat di dalam forum tersebut adalah Sumber Daya Manusia (SDM) Unggul Indonesia Maju," tandasnya.

      Bagaimana Alumni Luar Negeri dapat mengisi peran? Turut hadir di dalam diskusi panel ini adalah Co-Founder Indonesian Energy and Environmental Institute (IE2I) dan Presiden Asosiasi Alumni Michigan State University (MSU) di Indonesia, Satya Hangga Yudha Widya Putra, Jurubicara Presiden Jokowi, Fadjroel Rachman, Anggota Komisi VII DPR-RI, Dyah Roro Esti Widya Putri.

      Anggota Komisi X DPR-RI, Bramantyo Suwondo, Anggota Komisi XI DPR-RI, Puteri Komarudin, Staff Khusus Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Alia Noorayu Laksono, Direktur MNC Financial Services, Jessica Tanoesoedibjo, dan Sekretaris Jenderal Ikatan Ilmuan Indonesia Internasional, Sastia Prama Putri.

      Sementara Ketua PPI Dunia, Fadlan Muzakki, menyatakan, secara aliansi, PPI Dunia sudah berdiri selama 12 tahun tetapi secara posisi PPI Negara dapat diklaim bahwa usia PPI sudah hampir 100 tahun bahkan sebelum Indonesia merdeka. Mengusung slogan Inovatif, Progresif, dan Aspiratif dapat membawa organisasi tercinta ini ke arah gerak yang lebih Inovatif seperti halnya Bung Hatta pada tahun 1924 yang berinovasi untuk menggagas persatuan Indonesia. Progresif seperti halnya PPI di bawah kepemimpinan B.J. Habibie yang menyerukan pembangunan inovasi dan teknologi Indonesia. 

      "Dan juga Aspiratif seperti halnya dan selayaknya sebuah organisasi yang menampung ratusan ribu anggota yang tersebar di 57 Negara," kata Fadlan Muzakki, diacara tersebut.

      Hadir pula dalam acara tersebut Mantan Wakil Gubernur Jakarta, Sandiaga Uno, dan Wakil Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Jerry Sambuaga.(sam)


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more