Senja di Blok Cepu, Menikmati Kopi Kothok dan Bekicot Goreng

Rabu, 24 Juni 2020, Dibaca : 480 x Editor : nugroho


SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro - Menikmati senja di sekitar lapangan minyak Banyu Urip Blok Cepu, di Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, bisa dilakukan dengan berbagai cara.

Salah satunya menikmati kopi kothok di warung Bu Endang. Lokasinya berada di depan well pad C Banyu Urip, tepatnya di sebelah selatan Kantor Balai Desa Gayam.

Baca Lainnya :

    Kopi kothok menjadi menu utama warung-warung sekitar lapang minyak yang sekarang ini berproduksi 220 ribu barel per hari-Blok Cepu. Meraciknya berbeda dengan kopi pada umumnya- yang diseduh atau dituangi air panas. 

    Proses pembuatan kopi kothok cukup unik. Gula dan bubuk kopi ditakar sesuai selera pembeli kemudian dijadikan satu direbus dalam panci sampai keluar buihnya. 

    Baca Lainnya :

      "Ngopi" telah menjadi budaya masyarakat pribumi. Baik kalangan muda, maupun orang tua. Mereka datang ke warung sekadar  melepaskan penat, bercengkrama dengan teman, menjalin komunikasi, atau mencari informasi.

      Warung Bu Endang dilengkapi wifi gratis. Bukan hanya kopi kothok yang disajikan. Tapi juga minuman lain, dan aneka camilan yang tidak banyak disajikan warung lainnya. Seperti bekicot dan walang goreng. 

      Kedua camilan itu bisa dimakan langsung sambil menikmati kopi kothok. Atau untuk lauk makan jug sangat cocok. Tapi kedua camilan itu juga bisa bikin alergi bagi mereka yang tidak tawar.

      "Kalau saya lebih suka bekicot goreng dengan kecap dan cabai yang diiris-iris," ujat Sukardi (45), salah satu pembeli.

      Meski bukan warga asli Gayam, Sukardi selalu menyempatkan mampir dan istirahat sejenak di warung Bu Endang setiap sore hari, sebelum pulang ke Bojonegoro Kota. Ia mengaku ketagihan dengan kopi kothok dan bekicot goreng. 

      "Kalau sore begini udaranya sejuk, tapi kalau siang terik dan panas. Untungnya masih ada pepohonan yang meneduhkan," ujar pria yang bekerja di sebuah perusahaan konstruksi itu.

      Lokasi warung Bu Endang cukup strategis. Berada di jalan poros umum kecamatan (PUK). Jalan ini merupakan jalan utama di Blok Cepu dan menuju Lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru (J-TB) di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem.

      "Dulu warung ini ramai waktu ada proyek pipa minyak yang dikerjakan PT Meindo. Hampir semua pekerja jajannya di sini. Sekarang proyeknya sudah selesai," ujar Bu Endang (55) 

      Meski sepi, Bu Endang dan suaminya, Rustamaji, tetap bertahan. Mereka mengais tetesan rezeki dari muntahan emas hitam di desanya.(rien)



      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more