SKK Migas-KKKS Sepakat Penuhi Target Lifting 705.000 BPOD di 2021

Jum'at, 25 September 2020, Dibaca : 154 x Editor : nugroho

dok/sbu
LAPANGAN BANYUURIP : Produksi minyak Blok Cepu menjadi tulang punggung pemenuhan lifting minyak nasional.


SuaraBanyuurip.com - d suko nugroho

Jakarta – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas) dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) sepakat mengusahakan produksi migas nasional tahun 2021 tidak mengalami penurunan sehingga dapat memenuhi target yang ditetapkan. Pemerintah telah menetapkan target lifting minyak tahun 2021 sebesar 705 ribu barel minyak per hari BOPD dan gas sebesar 5.638 juta standar kaki kubik (MMSCFD).

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto KKKS menjelaskan ada beberapa usulan dari KKKS untuk memenuhi target lifting tahun depan. Antara lain meminta dukungan pada proses perizinan yang masif, juga percepatan komersialisasi agar pengembangan lapangan dapat segera dilakukan, serta transformasi dilakukan secara cepat. 

Baca Lainnya :

    Berdasarkan usulan KKKS dalam pre-WP&B (Work Program & Budget) 2021, SKK Migas mengidentifikasi perlunya langkah-langkah tambahan agar target lifting itu tercapai. Oleh karena itu KKKS dipersilakan segera mengajukan rencana tambahan agar dapat diproses lebih cepat. 

    "Harapannya mulai awal tahun 2021 semua kegiatan sudah bisa dilaksanakan sehingga target dapat dicapai,” ujar Dwi kegiatan “1st CEO Forum 2020” sebagai usaha mencapai target produksi migas jangka panjang di tahun 2030 dan persiapan strategi produksi di tahun 2021.

    Baca Lainnya :

      1st CEO Forum 2020 dihadiri 98 Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) produksi dan eksplorasi.  Forum ini dilaksanakan sebagai wadah diskusi bersama pimpinan tertinggi KKKS untuk mengidentifikasi dan mengatasi tantangan serta berkolaborasi mengasilkan ide sebagai usaha mencapai target produksi yang ditetapkan dalam long term plan produksi 1 juta barel minyak per hari (BOPD) ataupun pencapaian target produksi tahun 2021.

      Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ego Syahrial mewakili Menteri ESDM dalam meminta SKK Migas bersama KKKS untuk bekerja lebih keras mengingat saat ini kondisi masih belum kembali normal.

      “SKK Migas dan KKKS perlu memiliki pandangan yang sama dan melakukan effort yang lebih besar untuk dapat menjalankan kegiatan operasional migas yang baik,” tegasnya dari siaran resmi SKK Migas.

      Di sisi lain, Pemerintah akan menjaga iklim investasi agar tetap kondusif. Hal ini ditunjukkan dengan kebijakan pemberian insentif dalam kegiatan usaha hulu migas yang akan terus diupayakan.

      “Dengan adanya insentif-insentif, kami berharap agar para KKKS dapat fokus kepada aktivitas operasional untuk mengisi gap guna mencapai target yang ditetapkan Pemerintah,” ujar Ego.

      Kontraktor Kontrak Kerja Sama menyambut baik pelaksanaan CEO Forum 2020 yang menjadi sarana untuk berdiskusi dan mencari terobosan untuk merealisasikan target 2021 yang menjadi pondasi bagi pencapaian target jangka panjang 2030.

      Chief Executive Officer ExxonMobil Cepu Ltd., Melanie Cook berharap acara semacam dapat dilakukan secara berkala sehingga kedua belah pihak dapat melihat perkembangan kemajuan kedua belah pihak dalam mencapai tujuan.

      Senada disampaikan Direktur Utama Pertamina Hulu Energi (PHE) Budiman.

      “Pertamina memiliki tantangan decline yang tinggi karena mengelola mature asset. PHE telah mempersiapkan development well, workover, dan well service, termasuk lokasi, rig, dan kontrak-kontrak dengan lebih baik sehingga di awal tahun 2021 sudah bisa melakukan pekerjaan. Kami berharap kersama yang penuh, sehingga perlaksanaanya menjadi lancer,” katanya. 

      Sementara Presiden Premier Oil, Garry Selbie menyampaikan usaha peningkatan produksi akan menguntungkan negara karena multiplier effect dari usaha-usaha peningkatan produksi tersebut dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional.(suko)



      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more