Warga Blok Cepu Gelar Sedekah Bumi

Jum'at, 07 Juni 2013, Dibaca : 2726 x Editor : nugroho

sam
LESTARIKAN TRADISI : Warga Dusun Kaliglonggong - Templokorejo menggelar sedakah bumi di Sendang Kelor.


SuaraBanyuurip.com - Samian Sasongko

Bojonegoro - Warga Dukuh Kaliglonggong - Temlokorejo, Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa  Timur menggelar sedakah bumi (manganan) di lokasi Sendang Kelor, Jumat (07/06/2013). Tradisi itu dilakukan sebagai bentuk melestarikan (uri-uri) adatistiadat peninggalan leluhur.

Pantauan www.suarabanyuurip.com, hadir dalam sedekah bumi itu Kepala desa Gayam, Pujiono, perwakilan MCL, Rexy Mawardijawa, perangkat dan tokoh masyarakat Kali Glonggong - Temlokorejo.

Baca Lainnya :

    Pujiono, Kepala Desa (Kades) Gayam, mengatakan, acara sedekah bumi di Sendang Kelor ini dilakukan warga setiap setahun sekali, yakni Bulan Ruwah Jumat pahing.

    "Sedekah bumi ini untuk nguri-uri peninggalan leluhur agar tidak punah meski ada proyek minyak Blok Cepu," kata Pujiono dalam memberikan sambutan.

    Baca Lainnya :

      Dia mengungkapkan, sedakah bumi di Sendang Kelor ini sebagai bentuk puji syukur kepada Allah SWT atas sumber air sendang Kelor yang tidak pernah kering  sehingga dapat dimanfaatkan warga setiap musim kemarau datang.

      Karana itu, lanjut Pujiono, sesuai usulan warga, MCL diminta memberikan bantuan untuk perbaikan sendang kelor agar terlihat lebih baik lagi.

      "Warga mengusulkan pembangunan pagar sendang, jalan diperbaiki dan pintu diperlebar. Sehingga, warga ketika masuk lokasi sendang lebih leluasa lagi," imbuhnya.

      Field Public and Government Affairs Manager MCL, Rexy Mawardijaya, mengucapkan, terimakasih atas dukungan warga sekitar kepada Mobil Cepu Limited (MCL) dalam mengoperatori sumur minyak Banyuurip, Blok Cepu hingga berjalan lancar.

      "Kami menghormati adat leluhur masyarakat disini. Pada prinsipnya MCL akan turut melestarikan linggkungan termasuk adat istiadat disni,” sambung rexy.

      Namun untuk usulan warga, Rexy mengaku, akan menyampaikan kepada menajemen.
      Karena setiap usulan yang diajukan warga harus melalui proses. Dia juga menjelaskan, tidak diperbolehkannya warga masuk lokasi Sendang Kelor secara sepontanitas karena untuk menjaga keselamatan warga. Sebab Sendang Kelor berada dalam lokasi proyek.

      "Bukan berarti MCL menghalangi warga masuk Sendang Kelor itu tidak. Tapi hanya berfikir keselamatan warga,"  imbuhnya.(sam)


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more