Warga Sumber Ancam Blokir Jalan

Senin, 17 Februari 2014, Dibaca : 1706 x Editor : nugraha

SuaraBanyuurip.com/Ali
TULISAN ANCAMAN : Warga Sumber meminta pembangunan jalan poros desa yang mengubungkan dua kecamatan menuju proyek PPGJ dilanjutk


SuaraBanyuurip.com - Ali Musthofa

Blora - "Kesabaran ada batasnya, Tuntutan jalan tak terselesaikan, Jalan ini akan kami tutup untuk semua mobil proyek Pertamina. Buka mata lebar2 layak kah." Di bawah tulisan itu tertera atas nama Rakyat. Serta di atas plang portal tertulis, "Jangka Waktu 1 Minggu".

Entah siapa yang menulis kalimat bernada ancaman itu. Kalimat yang ditulis menggunakan cat warna merah dalam selembar plat besi (seng) tersebut ditaruh tepat diportal pintu masuk jalan yang menghubungkan Dusun Tambak, Desa Sumber, Kecamatan Kradenan  menuju Desa Temulus, Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Jalan penghubung antar kedua sumur yang menjadi sumber gas ke Central processing plant (CPP) Gundih itu hingga kini pembangunannya belum diselesaikan. Warga sempat mengeluhkan tidak segera tuntasnya pembangunan jalan yang dilakukan kontraktor Pertamina.

Karena sebelumnya, pihak kontraktor maupun Pertamina berjanji akan segera melanjutkan pembangunan dalam waktu satu minggu, namun hingga satu bulan belum terlaksana juga.

Kepala Desa Sumber, Zaki Bachroni kepada SuaraBanyuurip.com pada Senin,(17/2/2014), membenarkan adanya rencana pemblokiran warga apabila jalan tersebut tak segera dibangun. "Saya maklum, karena sudah terlalu lama mereka menunggu untuk dilanjutkan pembangunannya jalan itu," katanya.

Zaki mengungkapkan jalan itu merupakan akses utama beberapa dusun di Desa Sumber hingga ke Desa Temulus. Adapun jalan lintas desa tersebut melewati beberapa dusun diantaranya Dusun Tambak, Gayam, Mulyorejo, Jati, Balong rejo, Sambong macan di Desa Sumber hingga Desa Temulus, Kecamatan Randublatung.

"Kita berharap pembangunan itu segera diselesaikan, karena warga kami kayaknya sudah mau habis batas kesabarannya. Makanya mereka memasang plakat tulisan yang berisi ancaman akan diblokir bila tak segera dibangun," imbuhnya.

Zaki berharap pihak Pertamina mau segera merespon tuntutan warga agar tidak terjadi tindakan yang lebih mengedepankan emosional oleh warga. "Kita tidak ingin itu terjadi. Namun resiko untuk itu tetap ada, karena emosi warga yang tak terkontrol," ungkap Zaki.

"Kita berharapa Pertamina untuk menekan pihak kontraktor pelaksana agar segera dilanjutkan pembangunannya," lanjut dia, berharap.

Seperti diketahui, pembangunan awal jalan yang masih menjadi satu paket pembangunan Central Processing Plant (CPP) Gundih itu di mulai bulan Agustus tahun 2013 lalu. Namun hingga sekarang pembangunan jalan tak kunjung selesai.(ali)


Ada 1 komentar
Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Aan Suprianto, Rabu, 19 Februari 2014 08:20
Wah kok kayak gitu yo kabarnya kampung ku...dimana2 di Bor, tapi rakyste sing susah/.....

Show more