Bersama Dinas Kesehatan, PDNA Bojonegoro Bangkitkan Pembudayaan Germas

user
nugroho 09 Juni 2022, 13:13 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - Joko Kuncoro

Bojonegoro - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur gencar mensosialisasikan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). Diharapkan melalui kegiatan tersebut dapat menumbuhkan budaya hidup sehat di kalangan masyarakat.

Sosialiasi Germas melibatkan organisasi wanita, salah satunya Pengurus Daerah Nasiyatul Aisyiyah (PDNA) Bojonegoro. Seperti pembudayaan Germas yang berlangsung di Gedung KPRI Berdikari Jalan Panglima beberapa waktu lalu.

Bersama Dinas Kesehatan, PDNA Bojonegoro Bangkitkan Pembudayaan Germas Snack sehat yang ditunjukkan PDNA Bojonegoro.

"Banyak ilmu yang kami peroleh dalam kegiatan kemarin. Bagaimana cara menjaga kesehatan dengan menerapkan pola hidup sehat, hingga bagaimana cara ketika kita mengalami atau melihat kecelakaan lalu lintas, korban kebakaran atau kegawatan darurat di rumah," jelas perwakilan PDNA Bojonegoro, Halimatuzahroh didampingi Doris Habibatul Illah.

Dijelaskan, dengan ilmu dan wawasan yang diperoleh dari kegiatan tersebut dapat disosialisasikan ke anggota dan keluarga PDNA Bojonegoro.

"Diharapkan anggota PDNA bisa menjadi agen perubahan dalam mendukung program budaya Germas," sambung Doris Habibatul Illah.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Bojonegoro dr Lucky Imroah menegaskan, sosialisasj Germas dengan melibatkan organisasi wanita ini sebagai salah satu cara untuk membudayakan hidup sehat di kalangan masyarakat yang dimulai dari diri sendiri.

“Agar masyarakat kita lebih terjaga, maka harus dimulai dari diri sendiri, bagaimana perilaku kita dan lingkungan kita,” terangnya di kutip dari laman pwmu.co.

Dalam acara tersebut, disematkan pin bertuliskan Agen Perubahan Germas bagi para peserta yang hadir. Setelah itu dilakukan penandatanganan komitmen oleh semua peserta sebagai bukti bahwa setelah acara ini diharapkan ada perubahan untuk hidup sehat.

Sebelumnya, ketika kegiatan belum dimulai, semua peserta diperiksa kesehatan. Mulai dari pengecekan tekanan darah, kolesterol, gula, timbang badan, tinggi badan dan diukur lingkar perutnya.

Bersama Dinas Kesehatan, PDNA Bojonegoro Bangkitkan Pembudayaan Germas Peserta melakukan senam peregangan otot.

Tujuannya untuk mendeteksi adanya kelainan pada tubuh. Kegiatan pemeriksaan ini disarankan dilakukan secara rutin 3 sampai 6 bulan sekali untuk pencegahan serta pengobatan lebih dini.

Di sela-sela berlangsungnya acara para peserta juga diajak senam bersama untuk peregangan agar lebih semangat dalam menerima materi.

Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mendapat materi dari tim PSC (Publik Safety Center) Kabupaten Bojonegoro. Para peserta diajak untuk langsung men-download aplikasi Emergency Button untuk mengetahui langkah-langkah ketika mengalami atau melihat kecelakaan lalu lintas, korban kebakaran atau kegawatan darurat di rumah.

Selain itu, peserta juga mendapat materi tentang Pemberdayaan Germas yang disampaikan Ketua IBI (Ikatan Bidan Indonesia), Sudjatmi. Dia menekankan kepada para peserta untuk selalu peduli terhadap kesehatan.

“Kesehatan itu milik kita, jadi yang seharusnya dilakukan adalah apa yang kita butuhkan, bukan apa yang kita inginkan. Kebiasaan yang tidak sesuai dengan kesehatan kita, harus ditinggalkan. Karena pencegahan itu lebih baik daripada mengobati,” tandasnya.

Sudjatmi juga mengajak para peserta untuk membiasakan mengonsumsi sayur dan buah mulai dari diri sendiri, keluarga, maupun masyarakat.

“Selain itu, lakukan aktifitas fisik dengan melakukan pergerakan anggota tubuh yang menyebabkan pengeluaran tenaga. Karena ini sangat penting bagi pemeliharaan fisik, mental dan mempertahankan kualitas hidup agar tetap sehat dan bugar,” ujarnya.

Sudjatmi memberikan semangat kepada para peserta dengan meneriakkan yel-yel yang langsung diikuti dengan sangat antusias oleh peserta.

“Hidup Sehat!! Bugar!! Produktif dan Ceria!!,” teriaknya.

Terakhir, para peserta diminta agar setelah acara ini harus ada rencana tindak lanjut bagi organisasi dengan cara mengadakan cek kesehatan, memberikan snack sehat dan ada aktivitas peregangan di setiap kegiatan.(jk)

Kredit

Bagikan