Hingga Maret 2022, 128 Warga Bojonegoro Terjangkit DBD

user
nugroho 11 Maret 2022, 07:28 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - Joko Kuncoro

Bojonegoro - Sebanyak 128 warga Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur hingga Maret 2022 terjangkit Demam Berdarah Dangue (DBD). Jumlah kasus DBD itu dua warga di antaranya meninggal dunia.

"Ada dua orang dari total 128 kasus DBD meninggal dunia hingga Maret 2022 ini," kata Kepala Bidang (Kabid) P2P Dinkes Bojonegoro Wheny Dyah Prajanti.

Dia mengatakan, rinciannya mulai Januari ada 117 kasus, Februari 9 kasus, dan Maret 2 kasus warga Bojonegoro terjangkit DBD. Sementara dua orang meninggal dunia karena DBD berada di Januari.

Menurut Wheny, Dinkes Bojonegoro telah berupaya untuk mencegah terjadinya DBD. Yakni dengan melakukan gerakan satu rumah satu jumantik dan memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pencegahan DBD.

"Baik melalui siaran melalui radio spot, siaran keliling, penyelidikan epidemiologi, pemberantasan sarang nyamuk, larvasida selektif, fogging terindikasi, dan melakukan penyuluhan ke desa-desa," katanya, Kamis (10/3/2022).

Dia menuturkan, gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) merupakan satu satunya cara untuk menghindari terkena virus tersebut. Sehingga gerakan PSN ini harus dilakukan seluruh masyarakat agar terhindar dari DBD.

"Saya mengimbau agar gerakan PSN dilakukan seluruh masyarakat secara serentak minimal satu minggu sekali. Juga, selain PSN warga Bojonegoro  juga harus waspada dengan potensi merebaknya serangan DBD dengan mengoptimalkan 3M yakni menguras, menutup dan mengubur," tuturnya.

Dia menambahkan, hal ini untuk mencegah terjadinya DBD di Bojonegoro. Agar kasus DBD menurun bahkan sampai hilang dari Kabupaten Bojonegoro khususnya.(jk)

Kredit

Bagikan