Stok Kantong Darah di UDD PMI Bojonegoro Menipis

user
samian 13 Januari 2022, 20:44 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - Joko Kuncoro

Bojonegoro - Stok darah di Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Bojonegoro, Jawa Timur menipis, yakni tinggal 200 kantong. Hal ini, disebabkan karena pendonor banyak yang sakit selama musim hujan ini.

Kepala UDD PMI Bojonegoro dr. Imam Sutrisno mengatakan, stok kantong darah menipis karena kebutuhan darah di rumah sakit meningkat. Namun, untuk di Bojonegoro kebutuhan kantong darah masih tercukupi.

"Menipisnya stok kantong darah ini karena tingginya kebutuhan dari masyarakat sehingga menjadi salah satu faktor menipisnya stok di PMI," katanya, Kamis (13/1/2022).

Dia mengatakan, kebutuhan kantong darah di Bojonegoro per harinya sebanyak 100 kantong untuk semua golongan. Dan untuk per bulannya mencapai 2 ribu hingga 3 ribu kantong darah.

Namun, per hari ini stok kantong darah di PMI hanya 200 kantong. Ia mengatakan, jumlah itu tidak aman atau stoknya menipis. Sebab, stok kantong darah menipis di bawah normal atau 300 kantong. Sementara stok aman 400 hingga 500 kantong darah.

"Memang banyak faktor yang mempengaruhi stok kantong darah menipis, di antaranya para pendonor sakit danĀ  baru menjalani vaksinasi," katanya kepada suarabanyuurip.com.

Dia menuturkan, untuk mengatasi turunya stok darah di Bojonegoro. PMI bekerjasama dengan dewan masjid untuk membantu menambah kelompok pendonor.

"Sehingga, hal ini membuat stok darah tercukupi. Sebab, di Kabupaten Tuban dan Lamongan saat ini stok kantong darah juga menipis," tambahnya.(jk)

Credits

Bagikan