BPD Usulkan Dampak Migas Kolibri, Superintendent Drilling : Kita Akan Minimalkan Pencemaran

user
samian 05 Juni 2022, 16:38 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - Sami'an Sasongko

Bojonegoro - Warga Desa Bondol, Kecamatan Ngambon, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, usulkan perihal dampak lingkungan dalam pemboran sumur minyak dan gas bumi (Migas) Kolibri-001 mungkin terjadi dan mengganggu warga sekitar lokasi.

"Jika nanti dalam pengeboran memunculkan dampak, dan mengganggu lingkungan, tanggung jawab perusahaan bagaimana. Apakah perusahaan ada perhatian kepada warga dekat lokasi tidak," usul Pranoto, warga Bondol diacara sosialisasi yang dilaksanakan di Balai Desa Bondol, Jumat (03/06/2022) lalu.

Pria yang juga Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Bondol itu mengaku, bahwa apa yang diusulkan adalah aspirasi dari warga dekat lokasi yang telah ditampungnya.

"Perhatian yang dimaksud adalah memberikan tali asih untuk kesejahteraan bagi warga dekat lokasi," ucapnya.

Menanggapi usulan tersebut, Superintendent Drilling Zona 11, Agus Rusmaryanto Wibowo, mengatakan, terkait dengan lingkungan sudah mendapatkan izin dari pusat maupun pemerintah setempat.

Kemudian dalam penanganan limbah cair, sudah dilakukan mitigasi dan sudah diminimalkan, bahkan ditiadakan. Dengan menggunakan servis kampeni PT SBI dan PT ASRI.

"Jadi limbah tidak akan keluar dari lokasi, nantinya akan dibawa ke Cepu. Karena sumur migas Kolibri masuk wilayah kerja Cepu," kata Agus Rusmaryanto Wibowo.

Dia tidak memungkiri bahwa Hazard (risiko pemboran) pasti ada. Karena itu, dengan risiko bahaya tersebut, pihaknya akan berupaya untuk meminimalkan pencemaran dalam pemboran nanti. Sehingga peralatan yang digunakan sudah bersertifikat migas akan meminimal risiko Hazard pemboran.

"Nanti juga akan ada tenaga ahli yang kompeten dan bersertifikat migas standart nasional untuk menangani Hazard pemboran. Insya Allah semua akan bisa diatasi. Jadi mohon kerjasamanya yang baik dari semua pihak agar nanti berjalan lancar sesuai harapan," pungkasnya.(sam)

Kredit

Bagikan