Investasi Proyek Gas Bumi Nasional Jadi Penopang Transisi Energi Indonesia

user
nugroho 01 Juni 2022, 10:19 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - Joko Kuncoro

Jakarta - Investasi proyek gas bumi nasional bisa menopang transisi energi Indonesia. Sebab, gas bumi dianggap memiliki peran penting karena jenis sumber energi ini memiliki intensitas karbon yang lebih rendah daripada minyak dan batubara sehingga cenderung lebih bersih.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Tutuka Ariadji, mengatakan pentingnya gas bumi sebagai sumber energi di masa transisi energi. Transisi energi harus dilakukan secara komprehensif dengan mempertimbangkan daya saing, biaya, ketersediaan, dan keberlanjutan.

"Hal tersebut untuk memastikan transisi berjalan lancar serta ketahanan energi tetap terjaga," katanya, Selasa (31/5/2022).

Dia mengatakan, transisi energi merupakan hal yang tak bisa dielakkan. Namun demikian, energi fosil seperti minyak dan gas bumi (migas) masih memiliki peran penting sebelum energi baru dan terbarukan sebagai sumber energi yang lebih bersih dapat tersedia dan diakses dengan baik oleh semua orang.

"Pemerintah Indonesia saat ini tengah gencar memperluas investasi proyek gas bumi dengan mengintegrasikan pasar-pasar di wilayah Asia, Amerika dan Eropa," katanya.

Netralitas karbon sesuai tuntutan global juga diharapkan dapat tercapai dengan peningkatan peranan gas bumi. Karena itu, kata Tutuka, investasi proyek gas bumi perlu ditingkatkan secara global dengan cara mendorong penggunaan gas bumi yang lebih besar lagi.

Untuk diketahui, Rencana Umum Energi Nasional sebagaimana diatur dalam Perpres No 22/2017 memproyeksikan porsi energi fosil dalam bauran energi Indonesia pada 2050 mendatang sekitar 68,80 persen. Saat ini, porsi energi fosil dalam bauran energi masih sekitar 89 persen, yang terdistribusi atas: batubara 38 persen, minyak bumi 32 persen, dan gas bumi 19 persen.(jk)

Kredit

Bagikan