Sinergi PPSDM Migas, SKK Migas Kal-Sul dan Pemkab Kutai Kartanegara Ciptakan SDM Migas yang Handal

user
nugroho 20 Mei 2022, 11:43 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - d suko nugroho

Blora - Dalam upaya mengimplementasikan cita-cita peningkatan skill dan kompetensi anak bangsa di sektor minyak dan gas bumi (Migas) khususnya wilayah SKK Migas Kalimantan – Sulawesi, PPSDM Migas menyelenggarakan kegiatan Forum Group Discussion sebagai wadah bertukar pikiran, berbagi, dan menuangkan ide, gagasan, serta pemecahan masalah terkait kebutuhan dan kualifikasi sumber daya manusia yang kompeten di sub sektor migas.

Kegiatan yang dibuka oleh Koordinator Program, Perencanaan Standarisasi dan Keja sama, Agus Alexandri ini dihadiri oleh Kepala SKK Migas Pewakilan Wilayah Kalimantan – Sulawesi, Azhari Idris beserta jajarannya dan Bupati Kutai Kartanegara, Edi Damansyah beserta jajarannya pada Kamis (19/05/22) kemarin.

Dalam kesempatan tersebut Agus mengungkapkan bahwa Paradigma baru dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia pada prinsipnya bertumpu pada tiga pilar utama yaitu standar kompetensi, pelatihan berbasis kompetensi, dan sertifikasi kompetensi.

“PPSDM Migas memiliki cita-cita agar dapat hadir “lebih dekat” dan nyata dalam upaya peningkatan kompetensi dan skill masyarakat secara luas bertekad untuk memberikan kemudahan bagi anak bangsa dimanapun berapa untuk dapat meningkatkan kompetensinya melalui kemudahan-kemudahan sehingga kedepan tak ada lagi proses yang sulit, sistem yang rumit dan hambatan fasilitas yang dimiliki,” tambahnya sebelum membuka FGD secara resmi.

Dalam sambutannya Kepala SKK Migas Pewakilan Wilayah Kalimantan - Sulawesi Azhari Idris mengungkapkan bahwa Kalimantan Timur terutama Kutai Kartanegara (Kukar) adalah penghasil terbesar migas di Indonesia setelah Bojonegoro dan Pekanbaru Riau.

Kukar, lanjut dia, saat ini mempunyai perusahaan besar yang beroperasi seperti Pertamina Hulu Mahakam yang mempunyai cadangan cukup bagus. Selain itu juga Pertamina Hulu Kalimantan Timur, Pertamina Hulu Sanga-Sanga dan Pertamina EP, dan kegiatan bersama ENI Muara Bakau. Semua kegiatan tersebut ada yang di laut tetapi ada juga yang aktifitas migasnya di darat, semua itu ada di Kukar.

“Perusahan-perusahan tersebut telah beroperasi lebih dari 50 tahun untuk beberapa lokasi, bahkan Sanga – Sanga itu beroperasi sebelum Indonesia Merdeka. Kenapa kami datang ke sini bersama pak Bupati Kukar yaitu kita melihat bahwa kelihatannya Kabupaten Kutai Kartanegara itu kontribusi SDM di industri hulu migas yang ada di kabupaten beliau atau di Kalimantan Timur itu masih minim. Minimnya itu adalah karena level of competitiveness antara putra-putri kami di Kalimantan Timur. Ke depannya mereka agar dapat bersaing jika ada pekerjaan di Cepu atau Sumatera atau di pulau Jawa lainnya dan kelihatannya agak sulit kalau hanya memegang ijazah S1 atau D3 atau ijazah SMA kemudian harus bersaing di industri hulu. Oleh karena itu, pak Bupati mempunyai niat yang sangat mulia untuk melihat bagaimana kalau kita mencoba melihat peluang untuk menitipkan putra-putri kita untuk bisa masuk di industry hulu migas atau industri lain yang berhubungan dengan industry ini apakah hilir, LNG atau yang berhubungan dengan Petrokimia dan sebagainya,” jelasnya.

“Nah oleh karena itu kami melihat Cepu mungkin sebagai tempat apakah nanti putra-putri Kukar dapat dididik di PPSDM Migas untuk menjawab tantangan kerja di masyarakat.  Kukar dan kegiatan industri migasnya masih akan panjang beroperasi di sana oleh akrena itu dengan potensi cadangan dan pengeboran harus kita lakukan dalam jangka waktu 20 atau 30 tahun lagi atau bahkan lebih. Kami ingin putra-putri di daerah Kukar dapat menjadi ahli migas di Palembang, Sumatera Utara, Jawa, Papua, Sulawesi dan di mana-mana karena mereka telah dilatih dan tersertifikasi di tempat seperti ini (PPSDM Migas red.),” lanjut Azhari Idris.

Bupati Kutai Kartanegara, Adi Damansyah menerangkan bahwa bagaiman putra-putri Kutai Kartanegara dapat mendapat pendidikan dan pelatihan sektor migas agar nantinya dapat menjadi ahli di industri ini.

“Yang terlintas di pikiran kami saat melintas di pintu gerbang PPSDM Migas ini nanti akan ada kelas untuk putra-putri kami di PPSDM Migas, itu saja. Bagaimana caranya besok yang menentukan. Jadi memang harapan masyarakat Kukar salah satunya bagaimana pemerintah khususnya pemerintah kabupaten Kukar menyediakan program lapangan kerja karena kami telah menetapkan bahwa tahun 2021 adalah tahun pengembangan SDM baik itu melalui pendidikan formal maupun melalui pendidikan pelatihan itu sudah masuk ke dalam rencana strategis kebijakan pemerintah kabupaten Kukar,” jelasnya ketika memberikan sambutan pada FGD di PPSDM Migas.

“Kami sepakat dengan Kepala SKK Migas Kalimanta - Sulawesi untuk mengembangkan SDM khususnya di bidang migas ini. Mimpinya adalah anak-anak putra putri Kukar itu bekerja di industry migas. Untuk itu kami minta bantuan PPSDM Migas untuk memberikan referensi terkait rencana ini. Beri kami arahan mana sektor yang tepat untuk putra-putri kami karena kami mempunyai mimpi besar generasi ke depan SDM Kukar ini juga mempunyai kompetensi di bidang migas,” tutup Bupati Kutai Kartanegara.

FGD ini ditutup dengan tour facilty ke beberapa fasilitas PPSDM Migas seperti Laboratorium Pemboran, Laboratorium Basic Sea Survival dan Bengkel Las yang disertai dengan diskusi mengenai program pelatihan di sub sektor migas untuk Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara.(adv/suko)



Kredit

Bagikan