Pertamina Hulu Rokan Sumbang Penerimaan Negara Sebesar Rp 9 Triliun

user
nugroho 19 Mei 2022, 16:06 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - Joko Kuncoro

Pekanbaru - PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) menyumbang penerimaan negara sebesar Rp 9 triliun untuk periode untuk 2021 lalu. Kontribusi itu, terdiri dari Rp 6,5 triliun pendapatan negara bukan pajak (PNBP) dan Rp 2,5 triliun berupa pembayaran PPh, PPN, dan pajak daerah.

Dirut PHR Jaffee A. Suardin mengatakan, posisi WK Rokan sangat strategis bagi Indonesia. Sebab, bukan hanya kontribusinya terhadap pendapatan negara melalui bagi hasil minyak dan pajak, namun juga dalam ketahanan energi nasional.

"Intinya sektor hulu harus semakin agresif meningkatkan angka produksi dan lifting, sedangkan sektor hilir harus untung,” katanya, Rabu (18/5/2022).

Dia mengatakan, semakin agresifnya dalam peningkatan produksi juga harus dengan optimalisasi biaya, sehingga kontribusi WK Rokan kepada negara juga lebih optimal. Karena PHR WK Rokan telah menyumbangkan penerimaan negara sekitar Rp 9 triliun untuk periode Agustus-Desember 2021 lalu.

"Kontribusi itu terdiri dari Rp 6,5 triliun PNBP dan Rp 2,5 triliun berupa pembayaran PPh, PPN, dan pajak daerah," katanya.

Jaffee mengatakan, kontribusi ini merupakan wujud nyata dari manfaat langsung kehadiran operasi PHR kepada negara, daerah, dan masyarakat pasca alih kelola WK Rokan pada 9 Agustus 2021 lalu. Industri hulu migas juga memiliki peran penting bagi penerimaan negara dan modal pembangunan.

Selain berupaya meningkatkan penerimaan negara, PHR juga berkomitmen untuk terus meningkatkan porsi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Hal ini untuk memperkuat komponen nasional. Saat ini TKDN di PHR mencapai lebih dari 60 persen.

"Dan saya berpesan agar upaya meningkatkan produksi inj juga harus memastikan keselamatan kerja,“ katanya.(jk)

Kredit

Bagikan