Pertamina EP Papua Field Berhasil Tambah Produksi Minyak 200 BOPD

user
nugroho 14 Mei 2022, 14:06 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - d suko nugroho

Sorong – Pertamina EP Papua Field (PEP Papua Field) yang tergabung dalam Subholding Upstream Pertamina Regional Indonesia Timur Zona 14, berhasil menambah produksi minyak 200 BOPD. Produksi tersebut berasal dari Sumur SLW A9X yang berlokasi di Desa Meyaup, Distrik Salawati Tengah, Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat.

Pengeboran sumur pengembangan SLW A9X yang dimulai pada 8 April 2022 lalu.

Dalam pelaksanaan pengeboran, PEP Papua Field berkolaborasi dengan Pertamina Drilling Service Indonesia (PDSI) yang juga merupakan bagian dari Subholding Upstream Pertamina. Pengeboran sumur SLW A9X berlangsung selama 30 hari dengan mencapai target kedalaman 1.665 meter dengan menggunakan dengan Rig PDSI#28.2D1000-E 1000 HP.

Direktur Operasi PDSI, Fata Yunus juga menegaskan bahwa meningkatkan safety awareness selama operasi dan kegiatan moving, baik untuk perwira PDSI maupun mitra kerja, menjadi sangat penting dalam mencapai zero NPT (Non Productive Time) dan incident.

“Tidak lupa dan tidak bosan-bosannya saya mengingatkan untuk meningkatkan safety awareness kepada seluruh rekan-rekan perwira PDSI dan mitra kerja yang terlibat pada proses kegiatan pengeboran termasuk moving,” tegas Fata Yunus.

General Manager Zona 14, Afwan Daroni, mengatakan PEP Papua Field akan terus memberikan kinerja terbaiknya dalam rangka memenuhi kebutuhan energi nasional.

“Alhamdulillah, Pengeboran sumur SLW A9X mendapatkan hasil yang mengembirakan, saya sangat mengapresiasi kinerja semua tim yang terlibat dari Pertamina, PDSI dan semua Service Company. Semoga kontribusi penambahan produksi ini dapat menjadi semangat untuk semua tim dalam melakukan pengeboran sumur sumur berikutnya,” ujar Afwan dalam keterangan tertulisnya yang diterima suarabanyuurip.com, Sabtu (14/5/2022).

Selain itu, Afwan juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pemangku kepentingan di Distrik Salawati Tengah, Kabupaten Sorong dan masyarakat di sekitar Kampung Meyaup di Pulau Salawati yang telah membantu menjaga keselamatan kerja pengeboran beresiko keselamatan tinggi hingga dapat berlangsung sukses dan membuahkan hasil mendekati target produksi yang telah ditetapkan SKK Migas.

PEP Papua Field selain berfokus pada operasi dengan melakukan pengeboran sumur pengembangan dan melakukan eksplorasi migas, tambah Afwan juga menaruh perhatian kepada masyarakat dengan  menjalankan program CSR. Beberapa program unggulan diantaranya yaitu program peningkatan sarana air bersih berbasis pemberdayaan masyarakat serta program budidaya ikan air tawar dan pertanian hidroganik.

"Program CSR yang dilaksanakan oleh PEP Papua Field dirancang secara berkelanjutan untuk mendorong masyarakat mandiri, sehingga kebermanfaatan program akan terasa dalam jangka panjang," tutupnya.

Kepala Perwakilan SKK Migas wilayah Papua & Maluku, Subagyo, menerangkan bahwa keberhasilan dari kegiatan perdana pengeboran Sumur Salawati A9X di Kabupaten Sorong, merupakan awal optimisme akan keberhasilan keberhasilan lainnya yang akan berlanjut dari rencana kampanye pengeboran oleh KKKS yang ada di Papua Barat.

Kesuksesan pengeboran tersebut, lanjut dia, tidak terlepas dari kemampuan PEP untuk bisa mendatangkan Rig untuk dapat melakukan rangkaian pengeboran secara berkesinambungan untuk 3 sumur lainnya di tahun 2022, sehingga bisa menghasilkan optimalisasi pembiayaan transportasi dan operasional rig. Pada saat harga minyak tinggi kali ini, memiliki kencenderungan hampir di seluruh regional maupun Indonesia, kebutuhan dan ketersediaan Rig untuk pengeboran meningkat tinggi.

“Kami juga terus mengucapkan syukur atas kemudahan yang didukung oleh pemerintah daerah utamanya pada tahapan persiapan persiapan untuk memulai kegiatan pengeboran selanjutnya. Saat ini, masih ada rencana kerja PEP untuk melakukan pengeboran lanjut di sekitar Kabupaten Sorong, untuk itu tahapan persiapan lahan menjadi penting dapat diselesaikan tepat waktu, agar dapat mengoptimalkan pendapatan negara, hingga nantinya dapat menciptakan ketahanan energi di Papua Barat," jelas Subagyo.

Dia mengungkapkan adanya investasi yang dilakukan PEP di Kabupaten Sorong berupa pengeboran, terlihat dampak langsung yang dapat dirasakan masyakarat sekitar daerah operasional lokasi pemborannya, akses jalan yang tadinya kecil dan mungkin sulit dilalui karena terbuat dari material yang tidak dapat menahan berat tonase peralatan rig pengeboran, akan diperbaki dan diperkuat.

"Sehingga masyarakat sekitar operasional nantinya dapat  turut menikmati peningkatan kualitas infrastruktur tersebut," ungkap Subagyo.(suko)


Kredit

Bagikan