PPSDM Migas Latih Benchmark Perizinan Tarif dan Subsidi Migas di Negara Lain untuk ASN KESDM

user
nugroho 28 April 2022, 12:00 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - d suko nugroho

Blora - Perkembangan subsidi di Indonesia menarik untuk diikuti terlebih dengan adanya pandemi karena pemerintah seringkali memberikan subsidi kepada warga yang membutuhkan. Subsidi sendiri adalah bantuan, intensif atau komoditas dari pemerintah yang diberikan kepada masyarakat, Yayasan atau komunitas tertentu.

Aparatur Sipil Negara (ASN) dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) penting untuk mengetahui tipa bahan bakar fossil apa saja yang disubisidi sehingga Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi (PPSDM Migas) menyelenggarakan pelatihan Benchmark Perizinan Tarif dan Subsidi Migas di Negara Lain yang untuk internal yang dibuka pada hari Senin (18/4/2022).

Mohammad Hasan Syukur, sebagai Course Leader menjelaskan bahwa pelatihan Benchmark Perizinan Tarif dan Subsidi Migas di Negara Lain akan mendapatkan materi sehingga mereka dapat memahami memahami Perizinan, Tarif, dan Subsidi Migas di Negara Lain.

“Peserta tentunya akan mendapatkan penjelasan tentang perkembangan subsidi energi di Indonesia yang mulai diberikan pada tahun 1977 dengan disubsidinya 7 tipe bahan bakar fossil dan terdapat lagi perubahan pada tahun 1999 setelah terjadinya reformasi sehingga pemerintah mengurangi jumlah bahan bakar yang disubsidi menjadi 5 bahan bakar fosil saja. Perkembangan subsidi di Indonesia dilakukan setiap tahun dimulai pada tahun 2013 sampai saat ini. Isu terkini mengenai subsidi pada tahun 2021 dan 2022 ini adalah adanya subsidi tetap untuk minyak solar sebesar IDR500 per liter,” jelas Hasan ketika dihubungi melalui pesan singkat pada Kamis (28/04/22).

Pelatihan yang diadakan selama tiga hari tersebut memberikan materi lain berupa Kebijakan Subsidi BBM dan LPG dari sisi Fiskal, Kebijakan Subsidi BBM dan LPG dari sisi Fiskal, Perhitungan Subsidi BBM dan LPG, Perhitungan Tarif Gas Bumi Melalui Pipa, serta Perizinan dan Rekomendasi di bidang Hilir Minyak Gas Bumi selama 24 jam pelatihan.(adv/suko)


Kredit

Bagikan