Harga Minyak Tinggi, Produksi Migas Harus Dipacu

user
nugroho 21 April 2022, 09:04 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com -  Joko Kuncoro

Jakarta - Kenaikan harga minyak dunia mencapai 100 USD diharapkan dapat mendongkrak produksi migas nasional. Karena itu, produksi migas harus ditingkatkan untuk perbaikan ekonomi dan menjadikan kebutuhan energy terus meningkat.

Praktisi Migas senior, Widyawan Prawira Atmaja, mengatakan, bahwa eksplorasi migas perlu dilakukan untuk mendongkrak produksi. Ditambah lagi, menurut dia, jika pemerintah melalui kontraktor migas bisa menemukan dua sampai tiga blok migas lain seperti Blok Cepu dengan produksi yang cukup tinggi.

“Kenaikan harga ini bisa menjadi momentum meningkatkan produksi, tetapi untuk jangka panjang pekerjaan rumah kita masih banyak untuk menarik investasi masuk ke Indonesia,” kata dia, saat menjadi salah satu pembicara acara Media Briefing di Jakarta, 19 April 2022.

Widyawan mengatakan, situasi kenaikan harga minyak memang tidak serta merta membuat investor tertarik untuk berinvestasi atau melakukan kegiatan eksplorasi. Karena kenaikan itu, salah satunnya disebabkan oleh ketidakpastian kondisi geopolitik saat ini.

Namun, Indonesia harus tetap mengoptimalkan daya tarik investasi migas pada tahun-tahun ke depan. Sebab, investasi migas ini adalah investasi jangka panjang, jadi investor harus memiliki keyakinan dalam melaksanakan kegiatan usahanya.

"Untuk itulah UU Migas menjadi solusi untuk menarik investasi migas ke Indonesia," katanya

Semantara itu, Deputi Perencanaan SKK Migas Benny Lubiantara mengatakan, saat ini Indonesia harus bersaing dengan negara-negara lain dalam menarik minat investasi dari para investor besar. Menurutnya, industri hulu migas nasional membutuhkan pembenahan dari sisi fiskal dan nonfiskal. Selain itu, perlu ada perbaikan untuk proses perizinan.

“Insentif menjadi penting karena dari sisi kebijakan fiscal Indonesia masih kurang menarik bagi investor migas dibandingkan Negara lain,” ujar dia.

Benny menjelaskan, hal penting yang harus menjadi fokus saat ini adalah memanfaatkan momentum kenaikan harga minyak dunia untuk memberikan sinyal yang menarik bagi investasi migas di Indonesia.

“Insentif, kebijakan fiscal dan kemudahan untuk berusaha semuanya bermuara di RUU Migas,” katanya.(jk)

Kredit

Bagikan