PEM Akamigas Cetak Tenaga Ahli Siap Kerja

user
nugroho 15 April 2022, 12:41 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - d suko nugroho

Blora - Politeknik Energi dan Mineral Akamigas (PEM Akamigas) di Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah telah banyak melahirkan tenaga ahli di bidang minyak dan gas bumi (migas) yang berkarir di industri migas nasional maupun internasional. Salah satu perguruan tinggi vokasi di bawah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) - PEM Akamigas - ini banyak dimanfaatkan instansi dan industri untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Bukan saja sebagai perwujudan CSR, tetapi juga untuk pekerja atau karyawannya.

"Saya yakin, tidak semua bapak dan ibu yang hadir hari ini tahu dan kenal tentang politeknik yang dimiliki oleh Kementerian ESDM ini. Politeknik Energi dan Mineral Akamigas atau PEM Akamigas ini adalah politeknik yang keberadaannya sudah cukup tua. Alumninya juga sudah tersebar di banyak industri migas baik nasional maupun internasional," ujar Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Mineral ESDM, Prahoro Yulijanto Nurtjahyo mengawali sambutannya di acara Sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru kepada KKKS di lingkungan SKK Migas dan BPH Migas, pekan kedua April 2022 lalu.

"Hingga saat ini sudah ada beberapa industri yang melakukan college shopping langsung ke PEM Akamigas, karena memang percaya dengan kualitas anak didik PEM Akamigas seperti Schlumberger, Elnusa Petrofin, Medco E&P, Pertamina EP, juga AKR Corporindo," lanjut Prahoro.

PEM Akamigas merupakan salah satu institusi pada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral yang memiliki tugas dan fungsi sebagai penyelenggaran pendidikan vokasi program sarjana terapan di bidang energi dan sumber daya mineral. Hal ini sejalan dengan arahan dari Presiden Joko Widodo, di mana program pembangunan akan ditiitikberatkan pada pengembangan sumber daya manusia, khususnya di pendidikan vokasi.

"Kurikulum PEM Akamigas up to date terhadap perkembangan teknologi industri, dan juga telah melibatkan dosen-dosen praktisi dari industri yang berkualitas, baik dalam perkuliahan maupun praktik. Ini semua demi merespon kebutuhan tenaga kerja terampil yang mumpuni di tingkat nasional dan mendapatkan pengakuan di tingkat internasional," jelas Prahoro.

Program pembangunan yang ditiitikberatkan pada pengembangan sumber daya manusia, khususnya di pendidikan vokasi, membutuhkan hubungan yang erat antara institusi pendidikan dan industri. Sehingga kompetensi para lulusannya sesuai dengan kebutuhan industri.

"Link and match kurikulum itu sangat penting. Kenapa? Karena yang dikeluarkan oleh institusi pendidikan sering kali tidak match terhadap kebutuhan dari industri-industri migas, dan ini selalu menjadi isu yang berjalan bertahun-tahun," ujar Kepala Divisi Sumber Daya Manusia SKK Migas, Hudi D. Suryadipura dalam kesempatan yang sama.

Hudi menilai PEM Akamigas telah membuka pintu untuk menerima masukan-masukan tersebut sekaligus memberikan sosialisasi apa yang telah dilakukan di PEM Akamigas. Menurutnya hal ini akan membantu untuk menciptakan suplai dari tenaga kerja yang akan digunakan oleh industri hulu migas.

Sementara itu, Anggota Komite BPH Migas, Saleh Abdurrahman yang juga hadir menyoroti pentingnya keberadaan PEM Akamigas dalam mendukung pengadaan tenaga kerja di industri migas.

"Saat ini kita berada dalam masa transisi energi. Di masa-masa kritikal ini kita harus manfaatkan agar gas dan turunannya bisa betul-betul menjadi bagian dari transisi kita. Oleh karena itu peran PEM Akamigas sangat penting. Mengapa orang belajar di PEM Akamigas? Karena PEM Akamigas ini memiliki kekhususan, sehingga materi-materi yang diajarkan pun harus match," ujar Saleh.

Sisi hilir migas, ungkap Saleh, kebutuhan tenaga kerja di sektor pengangkutan saja, saat ini ada sekitar 1.500 badan usaha transportasi, baik itu laut, darat, tanker, dan itu semua bisa menjadi market yang bagus untuk PEM Akamigas.

Terkait dengan hubungan PEM Akamigas dengan industri migas atau Kontraktor Kontrak Kerja Sama Migas (KKKS), Direktur PEM Akamigas R.Y. Perry Burhan mengungkapkan, saat ini setidaknya ada 10 peluang kerja sama yang bisa dilakukan antara PEM Akamigas dengan KKKS, di antaranya adalah beasiswa pendidikan dari industri, penyerapan lulusan, program magang dan PKL, bantuan tenaga ahli/praktisi, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, humas/media, hibah/pinjam peralatan, program One Day With Experts (1DWE)/kuliah umum, dan pengembangan Sumber Daya Manusia.(suko)

Kredit

Bagikan