BUMD Blora Sedang Ajukan Izin Pengelolaan Lapangan Minyak Tua Kedinding

user
nugroho 14 April 2022, 20:43 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora – Sumur minyak tua Lapangan Kedinding di Desa Ngraho, Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora, Jawa Tengah dikabarkan akan dikelola Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Blora, PT Blora Patra Energi (BPE) bekerja sama dengan Paguyuban Penambang. Sekarang proses izin pengelolaan masih dilengkapi.

Sumur minyak tua Lapangan Kedinding  berada di Wilayah Kerja Pertambangan (WKP) Pertamina Field Cepu. Lapangan ini telah berhenti beroperasi sejak 2015 lalu, setelah kontrak PT BPE habis. Sumur Kedinding akan dikelola secara tradisional.

“Rekomendasi dari Bupati Blora sudah keluar. Selanjutnya naik ke Gubernur Jawa Tengah untuk mendapat rekomendasi,” ujar Wakil Ketua Paguyuban Penambangan Sumur Tua Putra Mataram, Edi Purnomo kepada suarabanyuurip.com, Kamis (14/4/2022).

Menurut Edi, ada 13 titik yang diajukan untuk dikelola bersama BUMD Blora. Termasuk titik sumur KDD10 yang sekarang ini masih mengeluarkan minyak secara alami dan belum tertangani.

Edi menjelaskan, sesuai Peraturan Menteri ESDM Nomor 1 Tahun 2008 tentang Pedoman Pengusahaan Pertambangan Minyak Bumi pada Sumur Tua, BUMD PT BPE nantinya sebagai pemegang ijin dan hak kelola. Sementara, paguyuban sebagai mitra dalam operasi pengelolaan sumur minyak tua.

“Sekarang ini kami tengah mempersiapkan perbaikan akses menuju lokasi titik sumur sambil menungu ijin turun. Mengingat, prosesnya juga membutuhkan waktu cukup lama,” kata dia.

Edi mengatakan tidak menutup kemungkinan jika ada pemodal yang ikut serta dalam pengoperasian sumur di lapangan kedinding. Sebab lapangan Kedinding cukup potensi digarap.

“Kami pernah uji coba, dalam sehari bisa 3 kali pangangkutan minyak hasil produksi secara tradisional,” jelasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Direktur Operasional PT BPE Awan Pradigsa, membenarkan jika rekomendasi dari Bupati Blora sudah keluar. Sekarang ini, sudah masuk tahapan perijinan Gubernur Jawa Tengah.

“Nanti juga aka ada kunjungan lapangan dari Kementerian ESDM yang ada di Jawa Tengah. Setelah beberapa tahapan, rekomendasi Gubernur bisa keluar,” ungkapnya.

Disinggung tentang rencana Kerja Sama Operasi (KSO) antara anak Perusahaan BUMD Blora dengan Perusahaan asal Singapura yang juga akan mengoperasikan lapangan Kedinding, menurut Awan, hal itu tidak menjadi masalah. Sebab KSO tersebut mempunyai pekerjaan lebih  besar. Yakni pengeboran.

“Jadi tidak menjadi kendala. Kalau akan mengoperasikan lapangan Kedinding, KSO juga akan permisi dengan BUMD sebagai pemegang hak kelola sumur miyak tua,” tegasnya.(ams)


Kredit

Bagikan