PT Pupuk Indonesia Berencana Mengganti Bahan Bakar Operasional Menjadi Gas

user
nugroho 14 April 2022, 05:00 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - Joko Kuncoro

Bojonegoro - PT Pupuk Indonesia akan mengganti bahan bakar operasional dari batubara menjadi gas operasional pembangkit dari pembangkit listrik milik PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). Hal ini untuk mengurangi penggunaan bahan bakar batubara saat produksi pupuk.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo, mengatakan total produksi batubara nasional mencapai 665 juta ton dan kebutuhannya 7,5 juta ton. Sementara domestic market obligation (DMO) batubara lebih 160 juta ton dan PLN sudah mengambil porsi 127 juta ton.

"Jadi dari 77 persen sudah sisanya 33 persen. Dari sisa inilah yang mesti diperebutkan oleh industri lain," katanya saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR pada Selasa (12/4/2022).

Direktur Portofolio dan Pengembangan usaha Pupuk Indonesia, Jamsaton Nababan, mengatakan, kebutuhan batubara untuk operasional pupuk sebanyak 1,5 juta ton.

"Karena itu, PT Pupuk Indonesia akan mengganti bahan bakar operasional menjadi gas untuk mengurangi penggunaan bahan bakar batubara," katanya.

Sementara itu, Anggota Komisi VII dari Fraksi Golkar Mukhtarudin mengatakan, sesuai dengan hasil keputusan rapat sebelumnya dengan Dirjen Migas ada penambahan DMO 5 persen dan ada kepastian untuk mendapatkan pasokan energi juga.

"Oleh karena itu, tentu kami tentu akan mendukung sepenuhnya terhadap ketersediaan gas bagi industri pupuk ini," katanya.(jk)

Kredit

Bagikan