Sulit Dapatkan Pertalite, Petani Sekitar Ladang Gas JTB Mengeluh

user
samian 09 April 2022, 12:39 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - Sami'an Sasongko

Bojonegoro - Sejumlah masyarakat sekitar ladang Gas Jambaran-Tung Biru (JTB) di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mengeluhkan sulitnya mendapat Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite di pedagang eceran.

Langkanya pertalite dikalangan bawah terjadi sejak sekira lima hari ini. Karena pedagang eceran ditolak membeli Pertalite di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) menggunakan jeriken.

"Beberapa hari ini mau beli Pertalite di pedagang eceran tidak ada. Adanya hanya Pertamax. Jadi ya bingung, mau aktivitas di sawah gunakan sepeda motor terpaksa beli Pertamax Rp14.000 per liter," kata Suparno, salah satu petani asal Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo, kepada SuaraBanyuurip.com, Sabtu (09/04/2022).

Warga desa ring 1 ladang Gas JTB ini berharap, kondisi ini segera kembali normal seperti biasanya. Sehingga masyarakat, khususnya petani bisa kembali lancar saat beraktivitas di lahan pertaniannya.

"Rata-rata petani sekarang ini pakai sepeda motor kalau ke sawah. Mudah-mudahan segera ada lagi Pertalite di pedagang eceran. Sehingga masyarakat kembali lancar dalam bertani maupun aktivitas lainnya dengan menggunakan kendaraan roda dua," imbuhnya.

Terpisah salah satu pedagang BBM eceran, Juarti menyampaikan, ditolaknya membeli BBM Pertalite di SPBU dengan jeriken sudah terjadi sejak seminggu ini. Dan hanya diperbolehkan beli BBM jenis Pertamax.

"Beli Pertalite di SPBU makai jeriken tidak dilayani. Kalau pakai mobil dilayani, nanti nyampai rumah baru ditap atau disedot lagi," kata Juarti, warga Desa Pelem, Kecamatan Purwosari.

Akibat tidak bisanya beli Pertalite dengan jeriken, lanjut Juarti, membuat penghasilan yang didapat dari jualan BBM menurun.  Karena masyarakat, khususnya petani yang biasanya sering beli kini menurun.

"Biasanya petani kalau mau ke sawah sering beli, sekarang tidak ada. Karena Adanya cuma Pertamax, harga ecerannya per liter Rp14.000. Kalau Pertalite eceranya Rp9.000 per liter," ujar warga desa ring 1 JTB ini.

Diharapkan pemangku kebijakan segera mengambil langkah nyata agar kondisi seperti ini dapat kembali stabil seperti hari hari biasanya.

"Semoga saja kondisi seperti ini segera teratasi. Dan bisa kembali kulakan Pertalite di SPBU dengan jeriken, Pak," tandasnya.(sam)

Kredit

Bagikan