Pertamina Pastikan Stok BBM dan LPG Aman hingga Lebaran

user
nugroho 07 April 2022, 18:27 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - Joko Kuncoro

Bojonegoro - Mobilitas masyarakat menjelang mudik lebaran tahun ini diperkirakan meningkat karena pelonggaran PPKM. Namun, PT Pertamina memastikan stok seluruh bahan bakar minyak (BBM) dan LPG selama Ramadan hingga Lebaran Idul Fitri 2022 aman.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati, mengatakan pelonggaran kebijakan PPKM dan aturan perjalanan telah meningkatkan mobilitas masyarakat saat mudik Idul Fitri nanti. Pertumbuhan ekonomi hingga 5,2 persen di akhir tahun 2021 juga mendorong peningkatan ekonomi masyarakat di bulan Ramadan dan Idul Fitri.

"Dan diperkirakan tradisi mudik lebaran akan kembali seperti tahun 2019 sebelum pandemi Covid-19," katanya, saat rapat dengar pendapat bersama Komisi VII DPR RI, Rabu (6/4/2022).

Akan tetapi, lanjut dia, saat ini stok BBM dan LPG dalam kondisi aman dan seluruh infrastruktur juga telah disiapkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Instruktur tersebut meliputi 114 Terminal BBM, 23 Terminal LPG, lebih dari 7.400 SPBU.

"Juga 667 Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE), 4.972 Agen LPG, dan 68 Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) untuk memastikan layanan terhadap masyarakat," katanya.

Pertamina juga menyediakan layanan tambahan BBM di jalur potensial meliputi jalur toll, jalur wisata, dan jalur lintas utama. Layanan tambahan itu berupa 1.370 SPBU Siaga, 48.207 Agen dan Outlet LPG Siaga, 37 Kiosk Pertamina Siaga, 220 Motorista atau delivery, 144 Mobil tanki stand by serta fasilitas kesehatan.

"Terminal BBM hingga ke SPBU juga akan disiagakan selama 24 jam. Melalui Integrated Enterprise Data & Center Command Center (IEDCC) ini stok kritis di SPBU dapat termonitor dan dapat menjadi prioritas Utama pengiriman BBM," kata Nicke.

Dia mengatakan, seluruh Direksi Holding-Subholding telah turun ke lapangan untuk memantau kondisi penyaluran BBM di SPBU. Dari hasil kunjungan tersebut ditemukan stok SPBU dalam kondisi aman, antrian di SPBU relatif normal walaupun ada beberapa antrian di SPBU yang didominasi oleh truk odol.

Nantinya, untuk memastikan kelancaran pendistribusian BBM dan LPG selama Ramadan dan Idul Fitri, Pertamina akan membentuk satuan tugas (Satgas) mulai 11 April hingga 10 Mei 2022. Juga, satgas ini melibatkan Tim Holding-Subholding Pertamina serta instansi terkait meliputi KESDM, Kemenhub, BPH Migas, Kepolisian, Jasa Marga, TNI, dan PT Telkom Indonesia.

"Namun demikian, sejak 14 Maret 2022 Pertamina telah membentuk Tim Satgas Internal untuk antisipasi kelangkaan Solar dan kenaikan harga Pertamax," katanya.

Menanggapi paparan itu, Anggota Komisi VII Ratna Juwita Sari meminta kepada Pertamina benar-benar mempersiapkan kebutuhan energi bagi masyarakat. Sebab kondisi di sejumlah daerah belakangan ini terjadi antrean panjang di SPBU untuk mendaparkan solar.

"Bahkan ada di daerah Mandailing sebuah mobil colt tepak yang membawa orang hamil antre Solar kemudian ditabrak dari belakang dan akhirnya meninggal dunia. Kami punya data-data dan fotonya. Jadi jangan mengkambing hitamkan kondisi dan masyarakat," ungkap Politisi PKB asal Tuban Jatim itu.

Hal tersebut, lanjut Ratna Juwita, menandakan Pertamina tidak memiliki roadmap yang jelas tentang kondisi sekarang ini. Seharusnya Pertamina sudah memiliki kajian dan data konkrit terkait kondisi sebelum normal dan normal yang diikuti meningkatnya mobilitas masayarakat.

"Dengan begitu bisa diketahui kira-kira berapa kuota yang perlu ditambah di wilayah ini, karena setiap wilayah pasti berbeda. Kami sarankan Pertamina juga berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan untuk mengetahui jumlah kendaraan di setiap wilayah," pungkasnya. (jk)

Kredit

Bagikan