Tagihan Vendor Lokal Rp1,6 M Belum Dibayar, PEPC ADK: Itu Tanggung Jawab Mitra

user
nugroho 30 Maret 2022, 11:58 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - d suko nugroho

Blora - Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu Alasa Dara Kemuning (PEPC ADK) mengaku telah melakukan pembayaran sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) dan tata waktu yang telah ditetapkan atas semua pekerjaan yang dilaksanakan bersama kontraktornya. Sehingga jika ada keterlambatan pembayaran tagihan terhadap vendor lokal menjadi tanggung jawab subkontraktor.

Hal tersebut disampaikan Manager Relations Indonesia Timur Subholding Upstream Pertamina Iwan Ridwan Faizal, menanggapi tuntutan pembayaran tagihan pekerjaan pemipaan proyek sumur gas NGU 1X sebesar Rp1,6 miliar oleh vendor lokal, Cv. Tiga Sekawan.

Cv. Tiga Sekawan merupakan subkontraktor dari PT Mekar Sampurna, kontraktor yang digandeng PEPC ADK untuk pekerjaan pemipaan di NGU 1X strutur Kemuning di Desa Nglobo Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Menurut Iwan Ridwan Faizal, sesuai kewajiban pada kontrak, PEPC ADK menerima dan melakukan proses dokumen penagihan atas pekerjaan yang telah diselesaikan kontraktor.

Sejauh ini, kata dia, PEPC ADK melakukan proses pembayaran sesuai dengan SOP dan tata waktu yang telah ditetapkan. Dimulai dari  proses verifikasi dokumen, proses permintaan pembayaran hingga proses transfer pembayaran kepada kontraktor.

“Untuk persoalan keterlambatan yang dikeluhkan vendor, merupakan kewajiban pihak mitra untuk melakukan penyelesaian. Kami mencoba membantu dengan mengimbau dan berkordinasi dengan para pihak untuk segera melakukan penyelesaian kewajiban tersebut,” ungkap Iwan dalam keterangan resminya Rabu (30/3/2022).

Iwan menjelaskan PEPC ADK sekarang ini sedang melakukan tahap penyelesaian fasilitas setelah sebelumnya dilakukan on stream atau resmi berproduksi pada bulan Desember 2021.

Dalam penyelesaian pekerjaan, lanjut Iwan, PEPC ADK dibantu oleh kontraktor yang menggandeng kerjasama dengan Sub Kontraktor untuk menyelesaikan beberapa paket pekerjaan. Sub Kontraktor ini kemudian juga ada yang bermitra dengan pengusaha lokal atau vendor lokal.

Diberitakan sebelumnya, Cv Tiga Sekawan melakukan protes dengan memasang spanduk di area sumur gas NGU 1X strutur Kemuning. Protes dilakukan karena tagihan pekerjaan selama 4 bulan senilai Rp1,6 miliar belum dibayar oleh PT Mekar Sampurna, kontraktor PEPC ADK.

“Tagihan saya sudah masuk semua. Nilainya Rp1,6 Miliar. Belum lagi yang kecil-kecil, yang nilainya puluhan juta. Dari penyewaan genset sampai material kecil. Kami barharap itu segera dibayar," ujar Imam saat melakukan protes.

Untuk diketahui, gas dari lapangan NGU 1X dialirkan melalui pipa pipa gas sepanjang 4 kilometer (km) menuju Mother Station Compressed Natural Gas (CNG) dengan kapasitas produksi 3,5 MMSCFD (Millions Standard Cubic Feet per Day). Infrastruktur ini dibangun oleh PT Pertamina Gas (Pertagas) yang berada di bawah PT Perusahaan Gas Negara Tbk.(ams)


Kredit

Bagikan