Jasad Leluhur Warga Kilang Tuban Direlokasi

user
teguh 29 Maret 2022, 16:44 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - Teguh Budi Utomo

Tuban – Disaat pemilik lahan yang telah dibebaskan mulai memasuki tahapan relokasi ke lokasi permukiman baru di Dusun Jatipetang, Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jatim, kini dilakukan pemindahan terhadap jasad keluarganya yang semula tidur tenang di Tempat Pamakaman Umum (TPU) setempat.

Mulai tanggal 17 Maret 2022 lalu, pemakaman umum di Dusun Boro, Desa Wadung, Jenu direlokasi ke kompleks TPU Desa Wadung. Termasuk pula makam lain yang lokasinya telah dibebaskan, ditempatkan ke TPU Cendet tak jauh dari Dusun Bogang, Desa Wadung, dan Desa Beji.

Pemilik proyek Kilang Tuban, PT Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia (Pertamina Rosneft), juga telah menyiapkan lokasi TPU baru di wilayah relokasi warga di Sumurgeneng. Lokasinya tak jauh dari tempat relokasi warga terdampak proyek kilang yang dibesut konsorsium Pertamina dan perusahaan Minyak dan Gas Bumi (Migas) asal Rusia, PJSC Rosneft Oil Company.

“Kami sudah melakukan pemindahan makam para leluhur dan keluarga kami mulai hari Kamis tanggal 17 Maret lalu,” kata tokoh masyarakat Desa Wadung, Suwarno, di samping tokoh pemuda setempat Imam Mulhakim saat ditemui di desanya.

“Entah marah atau malah senang ruh dari jasad yang dipindah makamnya itu,” kata Martono di samping Rofik kawannya saat ditemui secara terpisah di warung di kawasan desa terdekat lokasi proyek Kilang Tuban, Selasa (29/3/2022).

Memang mereka yang telah wafat, sergah Rofik sembari mencecap secangkir kopi yang tinggal separo, tak lagi bisa berbicara. Akan tetapi keluarga yang memindahkan memiliki aneka ragam pikiran.

“Semoga saja doa dan tahlil yang dilakukan menjadikan beliau yang sudah tenang di alam sana memakluminya,” tambah pemuda bercelana jin butut dipadu kaos oblong hijau yang telah lapuk warnanya.

Sedangkan bagi Suwarno, relokasi makam kerabat dan tetangganya kali ini merupakan kali kedua. Pada tahun 1986 disaat sawah ladang dan rumahnya digusur, akibat pembebasan lahan seluas 400 hektar—di dalamnya termasuk lahan milik keluarganya--untuk proyek Wood Centre, pusat industri perkayuan, ia bersama 779 KK harus merelokasi makam. Setelah 36 tahun berlalu peristiwa itu kini kembali terulang.

Ihwal lahan seluas 400 hektar yang dilepas warga dengan harga Rp500 per meter untuk tanah dan rumah, dan Rp400 per meter untuk sawah ladang tersebut, semula milik 779 orang dari Desa Wadung, Rawasan, Mentoso, dan Desa Kaliuntu semuanya di wilayah Kecamatan Jenu.

Karena Wood Centre tak kunjung dibangun, akhirnya kepemilikan lahan, sudah bersih dari permukiman karena warga tergusur, beralih ke Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Mereka masih boleh menggarap lahan hingga pemerintah membutuhkannya.

Akhirnya tahun 2019, begitu Pertamina Rosneft akan membangun kilang dengan rinvestasi US$ 16 miliar atau setara Rp225 triliun, lahan tersebut dipagar. Sejak saat itu mereka tak lagi bisa mengerjakan lahan.

Kini mayoritas menjadi buruh tani dan bekerja serabutan, sekalipun untuk pindah diberi tali asih dengan hitungan Rp20.000.000 per hektar. Sedangkan kilang minyak yang konon menggunakan teknologi tercanggih di jagad ini, bakal menghasilkan BBM dalam bentuk gasoline, diesel, dan avtur sebanyak 229 ribu barel per hari.

“Dalam hidup ini, saya merasakan dua kali memindahkan makam sanak keluarga,” ungkap Suwarno dalam nada datar saat menerima SuaraBanyuurip.com di rumahnya.

Warno dan Imam maupun warga yang lain mengakui, ada empati yang diberikan Pertamina Rosneft. Ahli waris makam diberi bantuan Rp1.000.000 per orang untuk biaya slametan (ritual doa).

Mereka tak sanggup menyebut berapa jumlah riil dari makam yang dipindahkan. Ditaksir jumlahnya lebih dari 200 makam.

“Kami memberi bantuan dana itu sebagai bentuk kepedulian, sekaligus untuk membantu meringankan prosesi pemindahan makam” kata Corporate Affair Pertamina Rosneft, Yuli Wahyu Witantra, secara terpisah.

Yuli, demikian ia akrab disapa, tak menyebut berapa jumlah anggaran yang dikeluarkan untuk membantu prosesi pemindahan makam milik warga tersebut. (tbu)

Kredit

Bagikan