Warga Terelokasi Kilang Minta Jalan Diganti

user
teguh 28 Maret 2022, 16:26 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - Teguh Budi Utomo

Tuban – Warga terelokasi akibat pembangunan Kilang Grass Root Refinery Tuban, Jatim, meminta pembelian tanah untuk akses jalan di lokasi permukiman baru diganti oleh PT Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia (Pertamina Rosneft). Tanah yang dibangun jalan secara mandiri oleh warga terdampak tersebut dibeli dengan harga Rp243.000.000.

Ada dua titik lokasi permukiman baru dari warga setelah menerima pembebasan lahan untuk proyek kilang yang ditangani konsorsium, PT Pertamina (Persero) Tbk, dan PJSC Rosneft Oil Company dari Rusia. Yakni warga dari Dusun Tadahan di Wadung dengan akses jalan 25 x 3 meter, dan warga terelokasi dari Dusun Ringin sepanjang 40 x 3 meter.

“Kami meminta Pertamina Rosneft agar uang hasil pembelian tanah untuk pembangunan jalan diganti,” kata tokoh masyarakat Desa Wadung, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jatim, Suwarno, saat ditemui SuaraBanyuurip.com di rumahnya.

Suwarno yang kala itu didampingi Sekretaris Karang Taruna Desa Wadung, Imam Mulhakim, menambahkan, untuk warga terelokasi darui Tadahan membeli tanah milik Rasmaji warga Desa Kaliuntu sebesar Rp1.800.000 per meter. Total mereka mengeluarkan dana sebesar Rp135.000.000.

Sedangkan untuk warga mantan penghuni Dusun Ringin yang terelokasi membeli tanah untuk jalan dari Kacung Slamet asal Desa Wadung sebesar Rp900.000 per meter. Total anggaran yang dikumpulkan secara urunan sebesar Rp108.000.000.

“Harapan kami Pertamina mengganti uang yang sudah dikeluarkan warga yang terelokasi tersebut,” papar Suwarno yang juga pengurus Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Wadung itu.

Ia tambahkan, seharusnya Pertamina Rosneft menghargai inisiatif warga, karena mereka telah rela dipindah untuk kepentingan proyek kilang dengan investasi sebesar US$ 16 miliar atau setara Rp225 triliun. Jika produksi akan menghasiljkan BBM dalam bentuk gasoline, diesel, dan avtur sebanyak 229 ribu barel per hari.

Dikonfirmasi secara terpisah, Corporate Affair Pertamina Rosneft, Yuli Wahyu Witantra, menyatakan, pihaknya akan mempelajari dulu permintaan warga terelokasi tersebut.

“Terkait hal tersebut menjadi bagian dari Pertamina Aset, coba maslaah ini akan kami pelajari dulu,” kata Yuli Wahyu Witantra, saat dihubungi, Senin (29/3/2022).

Menurut Yuli Wahyu Witantra, sebenarnya pihak Pertamina Rosneft telah menyiapkan lokasi untuk relokasi warga. Memang agak terlambat karena membutuhkan persiapan agar lahannya bisa dipakai secara baik oleh warga terelokasi.

Lokasinya di wilayah Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu. Lokasi relokasi ini merupakan lahan Perhutani yang ditukar guling oleh pertamina dengan lahan di Kabupaten Banyuwangi, Jatim. (tbu)

Kredit

Bagikan