Kontraktor Lokal Tuntut Pembayaran Tagihan Proyek Gas ADK Rp1,6 Miliar

user
nugroho 25 Maret 2022, 20:17 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com -  Ahmad Sampurno

Blora - Pekerjaan pemipaan sumur gas NGU 1X strutur Kemuning di Desa Nglobo Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, masih menyisakan masalah. Kontraktor lokal yang terlibat dalam pekerjaan tersebut empat bulan belum dibayar. Total tagihannya mencapai sebesar Rp1,6 miliar.

Sumur gas NGU 1X strutur Kemuning dioperatori oleh Pertamina EP Cepu Alas Dara Kemuning (PEPC ADK) Zona 11 Regional 4 Bagian Timur Sub Holding Upstream Pertamina.

Akibatnya telatnya pembayaran pekerjaan tersebut membuat vendor lokal melakukan protes. Mereka membentangkan spanduk berisi beragam tulissn di area sumur gas, Jumat (25/3/2022).

Perwakilan vendor lokal CV Tiga Sekawan, Imam menyampaikan, aksi tersebut spontan dilakukan. Pihaknya mengaku sebagai subkontraktor dari PT Mekar Sampurna.

“Tagihan saya sudah masuk semua. Nilainya Rp1,6 Miliar. Belum lagi yang kecil-kecil, yang nilainya puluhan juta. Dari penyewaan genset sampai material kecil,” ungkapnya.

Imam menjelaskan, proyek tersebut awalnya dimenangi oleh PT PDC selaku mainkontraktor PEPC ADK. Kemudian pekerjaan paket pemipaan disubkontraktorkan kepada PT MS (Mekar Sampurna), lalu disub-kan lagi ke CV Tiga Sekawan.

“Sebelumnya kami juga melakukan aksi sama. Bahkan sampai menyegel pintuk keluar masuk area sumur. Setelah itu tegihan kami dibayar. Sekarang terjadi lagi, tagihan kami selama 4 bulan belum terbayar,” bebernya.

Imam mengaku merasa capek dengan cara yang dilakukan seperti ini.

“Karena ini sudah keterlaluan. Bisa saja, jika tidak segera diselesaikan, akan kami pasang 20 sampai 50 spanduk. Bahkan pintu keluar masuk akan kita segel. Yang dipastikan akan mengganggu transportasi kondensat,” terangnya.

Imam berharap segera ada penyelesaian dari pemberi pekerjaan untuk membayar tagihan. Jika tidak, dirinya sudah meyiapkan aksi lebih besar lagi.

“Tadi sudah ada konfirmasi dari MS, katanya akan ada pertemuan pada Selasa 29 Maret 2022 mendatang,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya berharap warga lokal dilibatkan dalam kegiatan di sumur gas NGU 1X sebagai tenaga kerja sesuai keahliannya.

“Paling tidak lokal diberdayakan dan diprioritaskan. Kalau mereka diajari saya yakin pasti bisa. Jangan justru mengambil tenaga kerja dari luar daerah," harapnya.

Untuk diketahui, gas dari lapangan NGU 1X dialirkan melalui pipa pipa gas sepanjang 4 kilometer (km) menuju Mother Station Compressed Natural Gas (CNG) dengan kapasitas produksi 3,5 MMSCFD (Millions Standard Cubic Feet per Day). Infrastruktur ini dibangun oleh PT Pertamina Gas (Pertagas) yang berada di bawah PT Perusahaan Gas Negara Tbk.

Hingga berita ini diturunkan, suarabanyuurip.com masih berusaha mendapatkan konfirmasi dari pihak terkait.(ams)


Kredit

Bagikan