108 Ton BBM Ilegal dan Oplosan Diamankan Polisi

user
nugroho 24 Maret 2022, 12:14 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - d suko nugroho

Jakarta -  Pabrik pengoplosan BBM ilegal berhasil digerebek polisi. Sebanyak 108 ton BBM ilegal oplosan diamankan. Modusnya, pelaku mencampur minyak solar dengan minyak sulingan dari masyarakat dengan bahan kimia berupa cuka parah dan bleaching.

Penggerebakan produsen BBM ilegal dan oplosan dilakukan oleh Kepolisian Daerah Sumatera Selatan dan Badan Pengatur Hilir Migas (BPH Migas) pada Jumat, 11 Oktober 2022.

"Dengan hasil giat penegakkan hukum ini, tentu menjadi perhatian dan untuk pengawasan penyediaan dan pendistribusian BBM ke depan," ujar Kepala BPH Migas, Erika Retnowati saat konferensi pers bersama dengan Kapolda Sumatera Selatan (22/3/2022) dilansir dari laman Kementerian ESDM.

Menurut Erika, BBM oplosan yang diamankan tidak sesuai standar dan mutu (spesifikasi) BBM yang ditetapkan Pemerintah, sehingga merugikan konsumen pengguna.

"Para produsen BBM illegal ini jelas merugikan masyarakat dan Pemerintah. Penyediaan dan pendistribusi BBM yang semestinya lancar jadi tersendat, karena ulah sementara pihak yang tidak bertanggung jawab," tegasnya.

Erika menjelaskan pentingya distribusi yang tepat sasaran menjadi hal yang harus sangat diperhatikan, terlebih disparitas harga BBM bersubsidi dan non subsidi saat ini relatif tinggi.

"Kerja sama yang baik dengan POLRI serta pemerintah daerah menjadi salah satu upaya dalam pengawasan distribusi BBM," tandasnya.

Dalam penyelidikan penimbunan ini, Tim Polda Sumsel dan BPH Migas menemukan gudang penyimpanan BBM di Jalan Lintas Prabumulih di wilayah Kabupaten Muara Enim berikut barang bukti aktivitas pengoplosan BBM yang berada di gudang tersebut. Hasil pemeriksaan diketahui dipasarkan produk BBM ilegal tersebut ke berbagai perusahaan perkebunan dan pertambangan di sekitar wilayah Sumsel.

"Polda Sumsel terus melakukan pengawasan pendistribusian BBM dan menindak apabila ada pihak-pihak yang melakukan pelanggaran, salah satunya pengoplos BBM ini, kerja sama ini merupakan wujud sinergitas nyata antara POLRI dan BPH Migas," jelas Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol Toni Harmanto.

Setelah mengamankan pelaku, dilakukan pendataan dan wawancara pengumpulan bahan keterangan serta pengambilan sampel BBM, serta police line di TKP dan pengamanan barang bukti yang banyak. Polda Sumsel telah melakukan penahanan terhadap para tersangka tindak pidana pasca pemeriksaan dan melakukan perkuatan pembuktian untuk melengkapi pemberkasan dalam Perkara Dugaan Tindak Pidana Meniru/Memalsukan BBM dengan bantuan keterangan Ahli dari BPH Migas dan pengujian sampel BBM hasil olahan ilegal dan oplosan tersebut pada Laboratorium Pengujian PPPTMGB "LEMIGAS" atas bantuan kerja sama dengan BPH Migas.

Atas perbuatan Tersangka dapat dikenakan ancaman ketentuan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan denda paling tinggi Rp60.000.000.000,00 (enam puluh miliar rupiah) karena meniru atau memalsukan bahan bakar minyak (BBM).

"Ancaman hukuman ini sesuai ketentuan pidana Pasal 54 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi," tegas Kapolda.(suko)


Kredit

Bagikan