Pemkab Bojonegoro Terima DBH Migas Rp307 Miliar di Triwulan Pertama

user
nugroho 22 Maret 2022, 21:53 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - Joko Kuncoro

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur telah menerima transfer dana bagi hasil (DBH) migas di triwulan pertama 2022. Transfer pertama DBH migas yang diterima Pemkab Bojonegoro sebesar Rp 307 miliar.

"Maret ini sudah ditransfer ke kas daerah (kasda) untuk DBH migas triwulan pertama," kata Kabid Perimbangan dan PAD Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bojonegoro Achmad Suryadi.

Dia mengatakan, jumlah transfer DBH tergantung ketentuan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) karena pemkab hanya menerima tranferan yang dilakukan tiga bulan sekali ini. Biasanya kurang bahkan lebih dari target yang ditentukan.

"Ya, tergantung dari Kemenkeu karena transfer DBH migas ini dilakukan tiga bulan sekali," katanya, Selasa (22/3/2022).

Dia mengatakan, untuk triwulan pertama Pemkab Bojonegoro sudah menerima DBH migas sebesar Rp 307 miliar pada Maret ini. Jumlah ini, meningkat untuk tranferan di triwulan pertama dibandingkan 2021 lalu.

Sementara itu, Anggota Komisi B DPRD Bojonegoro Lasuri mengatakan, meroketnya harga minyak dunia tentu akan sangat berpengaruh terhadap DBH migas yang akan diterima Pemkab Bojonegoro. Sebab, pemkab masih berpatokan APBN 2022, sehingga masih menggunakan harga 55 dollar AS sampai 70 dollar AS.

"Sedangkan harga minyak dunia sekarang sudah menembus 120 dollar AS," katanya.

Sehingga, lanjut dia, melihat kondisi itu tidak memprediksi berapa DBH yang di rima pemkab. Sebab, masih tetap berpatokan peraturan kementerian keuangan. Maka, jika nantinya ada selisih pasti tetap akan dibayarkan tahun ini tentu atau dibayarkan tahun berikutnya.

Dia menambahkan, target DBH migas 2022 yang dipasang di APBD 2022 masih 75 persen dari DBH yang sudah ditetapkan dalam perpres. Sedangkan jika nanti ada perubahan biasanya nanti ada dekon kementrian keuangan dengan pemerintah daerah.

"Kalau ada perubahan maka nanti perubahannya akan dipasang dalam APBD perubahan 2022," katanya.(jk)

Kredit

Bagikan