PHE Pastikan Survei Kebumian 2D Vibroseis Tak Timbulkan Dampak Lingkungan

user
nugroho 18 Maret 2022, 20:08 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - d suko nugroho

Bojonegoro - Pertamina Hulu Energi (PHE) memastikan penelitian kebumian 2D Vibroseis sub-vulkanik Jawa yang telah berlangsung beberapa hari di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur tidak menimbulkan kerusakan bangunan maupun jalan di sepanjang jalur yang dilewati. Karena getaran yang dihasilkan dari kegiatan tersebut tidak lebih besar dibanding getaran yang ditimbulkan kereta api yang sedang melaju.

"Kegiatan ini berbeda dengan survei seismik untuk mencari sumber migas yang menggunakan bahan peledak. Karena penelitian ini menggunakan mobil truk vibroseis sebagai sumber gelombang yang diteruskan ke bawah permukaan sehingga tidak menimbulkan dampak lingkungan," ujar Pimpinan Kegiatan Penelitian Kebumian PHE, Erwan Cahya Dewa kepada suarabanyuurip.com, Jumat (18/3/2022).

Erwan menjelaskan penelitian kebumian 2D Vibroseis sub-vulkanik Jawa ini merupakan program Kementerian ESDM. Tujuannya untuk mendapatkan gambaran, citra, foto lapisan bawah permukaan terutama pada area di bawah lapisan batuan vulkanik di sepanjang wilayah yang dilewati.

"Gambaran sederhananya, penelitian ini tidak jauh beda dengan pemeriksaan ultrasonografi atau USG. Salah satu metode paling akurat dan umum digunakan untuk memeriksa kenampakan dan kondisi janin atau bayi pada ibu hamil. Jadi penlitian ini tidak menimbulkan dampak lingkungan," tegas pria asli Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah ini.

Erwan menuturkan area penelitian kebumian 2D Vibroseis sub-vulkanik Jawa meliputi Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Untuk area Jawa Timur mencakup Kabupaten Ngawi, Madiun, Kota Madiun, Nganjuk, Jombang, Kediri, Kota Kediri, Tulungagung, Pasuruan, Kota Pasuruan, Malang, Kota Malang, Probolinggo, Kota Probolinggo, Lumajang, Jember, Bojonegoro dan Ponorogo. Kegiatan tersebut telah dimulai sejak Akhir Januari, dan ditarget selesai pada Juni 2022.

Untuk Kabupaten Bojonegoro, Erwan melanjutkan ada 25 desa di 5 kecamatan yang menjadi sasaran survei kebumian 2D Vibroseis sub-vulkanik Jawa. Yakni Kecamatan Kasiman, Margomulyo, Ngraho, Padangan dan Purwosari. Survei dilakukan hanya di sepanjang jalan.

"Kegiatan di Bojonegoro tinggal setengah hari besok. Setelah itu akan bergeser ke Kabupaten Ponorogo," ucap Erwan.

Dia mengatakan PHE telah melakukan sosialisasi kepada pemerintah daerah, kecamatan hingga pemerintah desa yang dilalui survei kebumian ini. Selain itu juga melakukan survei terhadap semua bangunan di sepanjang jalur yang dilalui sebelum survei dimulai. Tujuannya untuk menjaga jarak aman, menyesuaikan volume getaran dan mengetahui gambaran kondisi sebelum dan sesudah survei dilalukan.

"Kalau ada keluhan dari warga pasti akan kita respon dan selesaikan bersama pemerintah desa," kata Erwan.

Menurut Erwan, penelitian kebumian 2D Vibroseis sub-vulkanik Jawa ini ramah lingkungan serta bermanfaat untuk kemajuan ilmu pengetahuan dalam memetakan struktur bawah permukaan pada wilayah sub-vulkanik di Indonesia, khususnya di bidang geologi.

"Karena kita bisa mengetahui jenis batuan vulkanik. Dan, kegiatan ini tidak terkait dengan kegiatan eksploitasi geothermal," tandasnya.

Pihaknya berharap hasil penlitian kebumian 2D Vibroseis sub-vulkanik Jawa ini menambah data dan informasi kebumian di Jawa Barat khususnya dan Indonesia pada umumnya, sehingga semua dapat merasakan manfaatnya.

"Untuk itu kami harapkan bantuan dan dukungan dari setiap pemangku kepentingan yang ada agar penelitian ini dapat berjalan dengan lancar dan sesuai dengan yang diharapkan," pungkas Erwan.(suko)



Kredit

Bagikan