ASN KESDM Dilatih Study Kelayakan di PPSDM Migas

user
nugroho 17 Maret 2022, 20:28 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - d suko nugroho

Blora - Feasibility Study (study kelayakan) dengan teknik analisis untuk menilai kualitas dari suatu proyek dapat ditindak lanjuti untuk mencapai keberhasilan sangat diperlukan bagi aparatur sipil negara (ASN) Kementerian ESDM.

Untuk mendukung pemahaman mengenai study kelayakan, Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas bumi (PPSDM Migas) mengadakan pelatihan Feasibility Study untuk ASN di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral ESDM yang dilaksanakan pada Senin (14/3/2022).

Ridwan Ansyori, pemimpin pelatihan Feasibility Study ini menjelaskan bahwa ada banyak materi yang akan dibahas secara detail selama empat hari kedepan.

“Plan Of Development, bagian dari feasibility di perencanaan pengembangan satu atau lebih lapangan migas terpadu untuk memproduksi cadangan hidrokarbon secara optimal dengan pertimbangan aspek teknik, ekonomis dan HSE. Untuk itu peranan POD sangatlah penting dalam pengembangan minyak dan gas bumi,” ungkapnya.

Selain itu, lanjut dia, peserta juga dijelaskan tentang Reservior Description. Yakni sebagai tempat yang digunakan untuk menyimpan atau menampung minyak dan gas. Di reservior adanya reservior resistivity yang digunakan sebagai pengaliran listrik.

"Reservior tidak selalu memiliki data yang lengkap, untuk itu pengukur Reservior resistivity menggunakan tiga metode yaitu true resistivity, fluida resistivity dan rock Reservior resistivity. Di Reservior pastinya berkaitan dengan minyak dan gas, jadi jika resistivitynya besar maka tidak akan ada air didalamnya,” ungkapnya.

Dalam pelatihan ini juga dilengkapi dengan pemberian materi tentang Geological Finding and Review, Reserves Dan Production Forecast, Economics and Commercial dan juga Conclusion.(adv/suko)


Kredit

Bagikan