Survei Seismik di Bojonegoro Dikeluhkan, Timbulkan Getaran di Rumah Warga

user
nugroho 17 Maret 2022, 20:07 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - Joko Kuncoro

Bojonegoro - Survei seismik 2D Vibroseis Vulkanik yang dilakukan PT Pertamina Hulu Energi (PHE) di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur menimbulkan getaran di rumah-rumah warga. Getaran itu terjadi di desa-desa yang dilewati peralatan vibroseis.

Kepala Desa Kuncen, Kecamatan Padangan Muhammad Saifudin, menyampaikan desanya dilewati survei seismik. Ia mengatakan servei seismik menimbulkan getaran di rumah-rumah warga yang dilewati peralatan vibroseis.

"Getaran dari peralatan vibroseis itu membuat genteng rumah warga ada yang jatuh," katanya, Kamis (17/3/2022).

Dia mengungkapkan, ada satu warga yang melapor karena terdampak getaran dari peralatan vibroseis itu. Dan warga yang terdampak dari getataran seharusnya mendapatkan kompensasi.

"Warga lapor ke saya satu orang. Lainnya sudah lapor ke orang yang bersangkutan langsung saat peralatan vibroseis lewat," katanya.

Meski ada dampak, lanjut Saifudin, pemerintah desa tetap mendukung survei seismik dari PHE. Yakni jika survei seismik membuahkan hasil atau menemukan potensi migas harapannya warga lokal juga dilibatkan.

"Hal ini untuk meningkatkan perekonomian masyarakat," pungkasnya.

Sementara itu Kepala Desa/Kecamatan Purwosari Umi Zumrothin mengatakan, sebelumnya survei seismik sudah dilakukan sosialisasi dari Pertamina yang dilakukan di Kecamatan Purwosari. Dan survei ini sudah dimulai semenjak Rabu lalu.

"Tujuan survei ini untuk mengetahui kandungan yang ada di bumi. Namun, survei seismik ini menimbulkan dampak getaran terutama rumah yang dilewati. Meski, untuk lebih detail dampaknya kami belum mengetahui," katanya.

Tentunya survei seismik ini, kata dia, sangat ditunggu karena bisa mengetahui kandungan yang ada di bumi terutama di wilayah Desa Purwosari. Jika ditemukan minyak tentu ada dampak positif bagi desa dan masyarakat.

"Tetunya ada plus minusnya. Positifnya bisa memberikan lapangan pekerjaan bagi masyarakat dan juga menggerakkan perekonomian di wilayah," katanya.

Namun, dia melanjutkan, jika tidak dikelola dengan baik maka bisa berdampak terhadap lingkungan dan juga kesehatan di masyarakat. Ini untuk dampak negatifnya.(jk)

Kredit

Bagikan