Jadi BMM Favorit, Konsumsi Pertalite Capai 23 Juta Kilo Liter

user
nugroho 12 Maret 2022, 21:57 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - Joko Kuncoro

Bojonegoro - Konsumsi bahan bakar minyak (BBM) masyarakat Indonesia didominasi jenis Pertalite. Banyaknya konsumsi itu berdasarkan data realisasi 2021 sebesar 23 Kilo Liter (KL) yakni mencapai 80 persen.

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian ESDM Agung Pribadi, mengatakan konsumsi Pertalite hampir 80 persen di antara BBM jenis Bensin lainnya seperti Pertamax, Pertamax Turbo dan Premium.

Kondisi tersebut telah terjadi semenjak tahun lalu. Saat ini, Pertalite telah menjadi BBM andalan bagi mayoritas masyarakat Indonesia.

"Pertalite paling banyak dikonsumsi masyarakat, porsi konsumsi Pertalite sekitar 79 persen di antara BBM jenis bensin lainnya seperti Pertamax, Turbo, atau Premium. Itu berdasarkan realisasi tahun lalu. Keberadaan Pertalite saat ini menjadi paling penting karena menjadi tulang punggung BBM bagi masyarakat," ungkap Agung Pribadi dikutip dari lama ESDM.

Konsumsi Pertalite relatif meningkat setiap tahun. Misalnya ahun 2017 hingga tahun 2021 konsumsi Pertalite berturut-turut sekitar 14,5 juta KL, 17,7 juta KL, 19,4 juta KL, 18,1 juta KL dan 23 juta KL. Sementara, lanjut dia, pada 2020 konsumsi Pertalite turun karena pandemi Covid-19.

"Namun, tahun 2021 konsumsinya meningkat lagi hingga 23 juta KL. Sedangkan tahun ini diproyeksikan pada kisaran 23 juta KL," katanya.

Perkembangan ini, dia melanjutkan, karena harga minyak dunia saat ini masih tinggi. Harga minyak Brent harian kemarin sempat lebih dari USD130/barel. Perkembangan harga minyak dunia terus dimonitor dan diantisipasi dampaknya.

"Yang jelas meskipun harga minyak dunia terus naik, harga BBM yang paling banyak dikonsumsi masyarakat harus tetap dijaga untuk melindungi daya beli masyarakat," kata Agung.

Dia menambahkan, perkembangan harga minyak mentah Indonesia atau ICP relatif meningkat setiap bulan. Sejak Desember 2021 hingga Februari 2022 lalu harga ICP masing-masing sebesar USD73,4/barel, USD85,9/barel dan USD95,7/barel.

"Sedangkan untuk bulan Maret 2022 angka sementara rata-rata s.d tanggal 10 sebesar USD119,86/barel," katanya.(jk)

Kredit

Bagikan