PPSDM Beri Pelatihan Dasar Teknik Perminyakan untuk Insinyur Non-Perminyakan

user
nugroho 10 Maret 2022, 11:17 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - d suko nugroho

Blora - Setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berkecimpung di bidang perminyakan biasanya membutuhkan pengalaman atau setidaknya pengetahuan di bidang teknik perminyakan atau bidang terkait. Tujuannya supaya mereka mampu menjalani kegiatan dengan baik dan meminimalisir kendala di lapangan.

Mendukung hal tersebut, PPSDM Migas (Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi) memberikan Pelatihan yang bertajuk "Petroleum Engineering for Non-Petroleum Engineers". Kegiatan pelatihan ini diperuntukkan bagi ASN di bawah Kementerian ESDM dan dilaksanakan secara daring melalui platform zoom meeting pada tanggal 7 sampai 9 Maret 2022.

Pelatihan ini memberikan para peserta gambaran dasar tentang industri minyak dan gas. Para pembicara menyajikan aspek-aspek utama industri dengan fokus pada asal bahan bakar fosil, eksplorasi, pengeboran, pengembangan, produksi dan cadangan minyak dan gas. Beberapa juga membahas masalah teoritis dan praktis. seperti membahas penilaian reservoir, opsi pengembangan lapangan dan optimasi, bagaimana kegiatan eksplorasi migas, penjelasan kegiatan usaha hulu migas, dan sebagainya.

Pelatihan yang berlangsung selama 3 hari ini diikuti oleh kurang lebih 25 peserta yang seluruhnya menghadiri pelatihan secara antusias. Dibuktikan dengan kehadiran mereka yang tepat waktu, ikut aktif dalam sesi tanya jawab, dan konsisten mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir.

Kegiatan pelatihan dibuka dengan penjelasan teknis acara dan pengarahan program oleh Kepala PPSDM Migas Abdul Wakid. Peserta juga melakukan sesi pre test untuk menguji tingkat pengetahuan peserta terhadap materi yang akan disampaikan dalam pelatihan Petroleum Engineering for Non-Petroleum Engineers.

PPSDM Migas membuktikan komitmennya dalam kegiatan pelatihan kali ini dengan mengeluarkan para pembicara yang sangat kompeten di bidangnya. Sehingga para peserta mampu menyerap ilmu dan materi secara maksimal.

Addul Wakid dalam pelatihan ini juga mengajak peserta untuk berdiskusi mengenai current issue di Indonesia.

“Saat ini kita memiliki banyak tantangan seperti bagaimana caranya melakukan pengembalian status Indonesia sebagai negara pengekspor minyak, bukannya sebagai Net-oil importer secara permanen,” pungkasnya.

Dengan adanya pelatihan Petroleum Engineering for Non-Petroleum Engineers, diharapkan mampu menambah bekal bagi setiap peserta sehingga menambah pengetahuan mereka terhadap dunia migas.(adv/suko)


Kredit

Bagikan