Maret Ini, 9 Perusahaan di Proyek Gas JTB Habis Kontrak

user
nugroho 09 Maret 2022, 00:40 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - Joko Kuncoro

Bojonegoro - Sebanyak 27 perusahaan yang aktif di proyek gas Jambaran Tiung Biru (JTB) hingga Desember 2021 lalu. Namun, sembilan perusahaan di antaranya telah habis kontrak pada Maret 2022 ini. Sisanya akan berakhir pada April dan Juli 2022 mendatang.

"Saat ini belum ada konfirmasi dari Pertamina EP Cepu (PEPC) terkait kapan proyek akan selesai," kata Kabid Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Slamet.

Namun, menurut data rekapitulasi tenaga kerja (naker) proyek JTB periode Januari 2022 rinciannya sembilan perusahaan kontraknya berakhir di Maret ini. Sisanya 18 perusahaan berakhir April dan Juli mendatang.

"Untuk Juli ada 4 perusahaan yang kontraknya berakhir," katanya, Selasa (8/3/2022).

Dia mengatakan, berakhirnya kontrak sejumlah perusahaan tentu menyebabkan pengurangan naker. Sebab, jika dihitung mulai Maret 2021 jumlah rekapitulasi naker di JTB sebanyak 7.054. Kini, lanjut dia, per Januari 2022 lalu jumlahnya menjadi 4.360 naker.

"Sehingga, sudah ada 2.694 naker telah kehilangan pekerjaan. Namun, data ini dinamis karena naker pindah ke perusahaan lain jika perusahaan sebelumnya kontraknya habis," jelasnya.

Dia menambahkan, pengurangan jumlah naker terus terjadi hingga kini. Tentu, Disperinaker sudah menyiapkan solusi di antaranya bekerja sama PT Tupai Adiamas Indonesia untuk mengurangi pengangguran. Yakni perusahaan industri garmen yang berada di Kabupaten Boyolali dan membuka 600 lowongan.

"PT Tupai Adiamas Indonesia ini, merupakan bentuk antisipasi Disperinaker untuk antisipasi pengangguran. Juga, untuk memfasilitasi dan menawarkan kepada naker yang terdampak pengurangan," tambahnya.(jk)

Kredit

Bagikan