Warga Temulus Pertanyakan Kontribusi Pertamina EP Field Cepu

user
nugroho 08 Maret 2022, 19:08 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora - Warga Desa Temulus, Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, mempertanyakan kontribusi Pertamina EP Field Cepu. Selama 14 tahun ini, warga setempat belum merasakan dampak positif adanya operasi sumur gas di desanya.

Sumur gas yang dimaksud warga adalah Sumur KDL-01. Gas dari sumur ini didistribusikan melalui pipa hingga Central Processing Plant (CPP) Gundih Pertamina EP Field Cepu di Desa Sumber, Kecamatan Kradenan.

"Efektif pruduksi sekitar 11 tahun," ujar warga Desa Temulus, Lukito saat audiensi di Balai Desa Temulus, Selasa (8/3/2022).

Dari sisi lingkungan, dia mengungkapkan, belum ada implementasi apapun dari Pertamina EP Field Cepu. Terlebih bagi masyarakat sekitar, yang terdampak langsung apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dari kegiatan yang dilakukan perusahaan.

Seperti terjadinya insiden yang menyebabkan nyawa seorang anak melayang di teritori Pertamina EP Field Cepu pada tahun 2015 lalu.

"Keamanan itu penting. Pagar pembatas tidak aman, karena cukup bahaya. Dari tenaga keamanan tidak disiplin," jelas Lukito.

Dalam audensi itu, dia juga mempertanyakan program tanggungjawab sosial perusahaan  (Corporate Social and Responsibility/CSR) yang sudah direalisasikan Pertamina EP Filed Cepu di desanya selama operasi berjalan. Juga tentang keterlibatan warga sebagai tenaga kerja.

"Selama ini akses pekerjaan hanya sekurity. Kalau yang dibutuhkan Pertamina adalah skill (keterampilan), maka menjadi tanggung jawab Pertamina untuk melatih warga," tegasnya.

Sementara itu, Humas Pertamina Field Cepu, Sony, menjelaskan bahwa CSR selama produksi diberikan hanya setiap ada pengajuan proposal.

"Kalau program belum ada," ujar Sony.

Sedangkan untuk pengajuan proposal kegiatan, lanjut dia harus diajukan pada kahir tahun supaya menjadi acuan rencana kegiatan tahun berikutnya.

"Untuk pengajuan pemberdayaan masyarakat harus dilihat dulu. Apakah tepat sasaran atau tidak. Harus ada dokumen dulu dan melalui proses," jelasnya.

Terkait programa apa saja yang telah direalisasikan oleh Pertamina , Sony belum bisa menyampaikan, karena harus membuka data lama.

"Apun yang menjadi usulah dari warga, bisa dituangkan dalam berita acara," tegasnya.

Kepala Desa Temulus Suhartono mengaku proposal yang pernah diajukan selama dia menjabat digunakan untuk perbaikan jalan.

"Karena selama ini jalan poros tidak ada anggaran perbaikan," kata dia.

Termasuk setiap ada kegiatan Sedekah Bumi,  pihak Pemerintah Desa (Pemdes) tidak menarik iuran lagi dari warga.

"Kegiatan kita usulkan kepada Pertamina," pungkasnya.(ams)


Kredit

Bagikan