PDSI dan Pertamina Zona 4 Tangani Pemadaman Api di Pengeboran Ilegal

user
nugroho 03 Maret 2022, 20:54 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com -  Joko Kuncoro

Musi Banyuasin - Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) berkolaborasi dengan Zona 4 Regional Sumatera Subholding Upstream Pertamina berhasil memadamkan api di sumur minyak liar di Area Keban, Desa Keban, Kecamatan Sanga Desa, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan (Sumsel). Pemadaman api itu akibat pengeboran ilegal (illegal drilling) yang dilakukan 28 Februari lalu.

PDSI bagian dari Subholding Upstream, dalam operasinya di lapangan harus siap untuk mendukung penanganan setiap insiden atau kecelakaan. Yakni baik yang terjadi di lingkungan kerjanya masing-masing maupun di lokasi lain.

Sesuai instruksi Zona 4 Regional Sumatera Subholding Upstream, well cap ditetapkan menjadi solusi kebakaran sumur liar tersebut. Yakni pemasangan serangkaian valve untuk mengendalikan, mengalirkan, dan menutup semburan minyak atau gas dari sumur yang sedang mengalir tidak terkendali.

Project Manager PDSI untuk area Jambi Ariento Prabhowo mengungkapkan, PDSI sudah beberapa kali mengerjakan well cap. Tetapi penanganan ini kali pertama harus melakukan di sumur pengeboran ilegal yang strukturnya tidak mengacu standar industri pengeboran.

"Ada tantangan tersendiri melakukan well cap di pengeboran ilegal. Karena ini adalah sumur pengeboran ilegal yang tidak mengacu kaidah standar pengeboran migas, maka integritas sumurnya tidak bisa diandalkan,” jelasnya, menurut keterangan pertamina.com, Kamis (3/3/2022).

Selain itu, lanjut Ariento, berat cement base yang dibuat bisa saja tidak sanggup untuk menahan tekanan yang keluar dari dalam lubang sumur. Dan belum tentu upaya untuk mematikan sumur dengan bullhead bisa berhasil. Bahkan memasukkan rangkaian ke dalam sumur belum tentu bisa berhasil karena terlalu banyak faktor uncertainty terhadap sumur ini.

Project Manager SBS PDSI Wasis Dwi Atmojo, yang bersama Ariento bertindak sebagai koordinator di kegiatan tersebut, karena well data dan well integrity tidak tersedia, maka tindakan yang dilakukan berdasarkan pendekatan agar capping head bisa center dengan casing terakhir.

Di samping Ariento dan Wasis, personel PDSI yang masuk ke area ring of fire terdiri dari dua orang pengawas capping, satu orang lifting engineer, dan dua orang crew capping. Ditambah belasan supporting crew lain sebagai pendukung kegiatan. Selain drilling crew PDSI, pemadaman api di sumur liar juga melibatkan kru PT Pertamina EP Field Ramba.

"Kolaborasi dan kerjasama yang baik antara crew Pertamina EP Ramba Field dan crew drilling Zona 4 yang dibantu PDSI memudahkan serta memaksimalkan upaya kita dalam memadamkan kebakaran sumur ilegal tersebut,” jelas Wasis.(jk)

Kredit

Bagikan