PT HK Gelar Ceremonial Gas-In Jargas untuk Rumah Tangga di Bojonegoro

user
samian 24 Februari 2022, 20:04 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - Arifin Jauhari

Bojonegoro - Kontraktor pelaksana pembangunan infrastruktur jaringan gas bumi (Jargas) untuk rumah tangga di Bojonegoro, PT Hutama Karya (HK) menggelar Ceremonial Gas In Pembangunan Jargas Paket 14 Tahun Anggaran 2021 di Balai Desa Beged, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Kamis (24/02/2022).

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM), Nur Arifin Muhammad, PPK Jargas Paket 14 Kabupaten Bojonegoro dan Lamongan, Riris Riskianto.

GM SOR 3 PT Pertamina Gas Negara (PGN), Muhammad Arif, serta Executife Vice President PT HK (Persero) Divisi EPC, Wardjo, Perwakilan Pemkab Bojonegoro, Forkopimca Gayam, dan Kepala Desa (Kades) Beged, Erdino Tri Handoyo.

Kades Beged, Erdino Tri Handoyo, dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada pelaksana program Jargas PT HK. Lantaran melalui infrastruktur Jargas itu warga Desa Beged bisa menikmati energi yang murah, mudah dan aman.

"Alhamdulillah, tidak ada kendala apapun saat proses pembangunan instalasi Jargas," katanya.

Sementara itu, Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas KESDM, Nur Arifin Muhammad menyampaikan, bahwa pembangunan infrastruktur Jargas di Bojonegoro semua sudah terbangun (Closed), namun masih ada masa garansi. Terutama terhadap rekondisi jalur galian Jargas.

"Karena memang dalam pembangunan Jargas melalui suatu tahapan yang bersifat destruktif. Namun pasti tetap dikembalikan seperti semula," ujarnya.

Menurut Nur Arifin, tidak banyak wilayah di Indonesia yang dibangun dengan unit sebesar di Bojonegoro, yaitu 10.000 SR. Sehingga menjadi tantangan tersendiri.

Dijelaskan sistemik typing untuk saluran gas alam di Indonesia, termasuk tertinggal dibanding dengan negara negara lain. Total realisasi Jargas untuk rumah tangga di Indonesia baru mencapai 700 ribuan dari 4 juta Jargas yang ditargetkan hingga 2024.

"Di Korea sejak tahun 2000an awal sudah tidak ada lagi warga di sana terlihat membeli tabung gas, begitupun dengan Indonesia juga demikian suatu saat nanti," ucapnya.

Ditempat yang sama, Executive Vice President PT HK Persero Divisi EPC, Wardjo menuturkan, dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) pipanisasi gas bumi, pihaknya mendapat amanah menyelesaikan sebanyak 16.500 sambungan rumah (SR) di Kabupaten Lamongan dan Bojonegoro. Dimana 2/3 dari jumlah tersebut dialokasikan di Bojonegoro. Yakni 10.000 SR.

"Fase berikutnya setelah pembangunan infrastruktur adalah pemeliharaan. Kami harapkan setelah diserahterimakan dan dimanfaatkan, masyarakat punya rasa memiliki atas fasilitas dari Negara ini. Karena akan berlaku selamanya, selama gas masih ada," tandasnya.

Sedangkan, GM SOR 3 PT PGN, Muhammad Arif menyatakan, GAS-IN menjadi tolak ukur keberhasilan PSN Jargas rumah tangga KESDM menuju total target 4 juta SR di seluruh wilayah Indonesia. Bojonegoro sebagai salah satunya.

Ceremonial GAS-IN dikatakan sebagai suatu wujud syukur penggunaan gas murni yang lebih ramah terhadap lingkungan. Mengingat, Desa Beged merupakan wilayah yang memiliki potensi migas. Selain itu, kedepannya disebut akan mampu menekan impor LPG .

Ditambahkan, selaku Pertamina Sub Holding Gas, PGN sudah menyiapkan tim operation dan maintenance untuk melayani 24 jam menangani keluhan pelanggan. Call Center 1500645 telah disiapkan agar bisa dihubungi siang maupun malam oleh pelanggan.

"Para pelanggan yang akan menikmati layanan PGN sebagian besar adalah rumah tangga tarif golongan 1 di harga Rp4.250 per meter kubik. Selebihnya rumah tangga golongan 2 di tarif Rp6.000," pungkasnya.

Ceremonial GAS-IN yang dipusatkan di desa ring 1 ladang migas Banyu Urip, Blok Cepu, itu ditandai dengan menyalakan kompor khusus Jargas rumah tangga milik salah satu warga Beged, dibuktikan dengan menggoreng telur. Disaksikan para tamu undangan.(fin)

Kredit

Bagikan