PPSDM Migas Bekali Pekerja Migas Prosedur Kerja di Ruang Terbatas

user
nugroho 23 Februari 2022, 15:00 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - d suko nugroho

Blora - Dalam industri minyak menuntut pekerja terlibat dalam pekerjaan di ruang terbatas, sehingga sangat penting bagi perusahaan untuk membuat prosedur bekerja di ruang terbatas karena resiko yang dimiliki pekerja sangat besar di dalamnya. Karena itu diperlukan prosedur kerja atau regulasi untuk menjamin keselamatan pekerja.

Oleh sebab itu Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi (PPSDM Migas) mengadakan pelatihan Confined Space Entry yang diikuti oleh pekerja migas salah satunya sebagai upaya untuk memelihara kompetensi dan juga agar dapat mencegah terjadinya kecelakaan kerja pada Senin (21/2/2022).

Martono selaku pemateri di hari pertama pelatihan ini mengenalkan terlebih dahulu mengenai apa itu kerja ruang terbatas atau confined space tersebut.

“Tadi sudah disampaikan bahwa confined space itu adalah ruang tertutup dimana disitu konsentrasi udaranya terbatas dikarenakan ventilasi yang sangat terbatas oleh karena itu akan banyak resiko yang akan dihadapi termasuk konsentrasi oksigen rendah (oksigen difensiasi) yang dapat mengakibatkan kita tidak bisa bernafas karena ruang tersebut tidak didesain untuk bekerja secara terus menerus. Kadar oksigen di dalam wilayah ruang terbatas terlalu tinggi (diatas 23,5%) atau terlalu rendah (di bawah 19,5%) dapat menimbulkan bahaya besar dan sangat mungkin terjadi kehilangan nyawa akibat tidak dapat bernafas, oleh karena itu diperlukan prosedur untuk menghindari resiko bahaya ruang terbatas,” ungkapnya.

Setelah peserta mengetahui dan memahami bahaya dan resiko yang mungkin terjadi saat berada di wilayah ruang kerja terbatas, maka peserta juga diajak untuk dapat mengidentifikasi bahaya salah satunya melalui udara dengan cara pengukuran kadar gas berbahaya yang ada pada lokasi ruang kerja terbatas.

Pada hari berikutnya (22/2/2022), Wahyudi Trisnanto memberikan materi SCBA (Self Contained Breathing Apparatus) yaitu alat yang biasanya digunakan para pekerja wilayah ruang terbatas untuk alat bantu pernapasan yang berisi oksigen digunakan untuk batas waktu tertentu.

Wahyudi menegaskan seorang pekerja di confined space seperti penyelam sumur minyak harus mengetahui faktor keselamatan kerja seperti batas maksimum SCBA bisa bekerja, batas bisa bertahan di kedalaman berapa dengan waktu berapa.

"Jadi seorang pekerja ruang terbatas benar-benar harus menguasai ilmunya karena resiko sangat besar berhubungan dengan zat-zat atau gas-gas beracun yang mengancam keselamatan," pungkasnya.(adv/suko)


Kredit

Bagikan