Warga Blokir Jalan Menuju Lapangan Migas Semanggi

user
nugroho 22 Februari 2022, 09:41 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora - Jalan menuju Lapangan Semanggi, lokasi operasi Pertamina EP Field Cepu, diblokir warga, Senin (21/2/2022). Tepatnya jalan turut Desa Desa Nglobo, Kecamatan Jiken menghubungkan Desa Semanggi Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora Jawa Tengah.

Akibat pemblokiran tersebut alat berat dari lapangan Semanggi belum bisa keluar lokasi, meskipun pekerjaan pemboran di lapangan telah selesai.

Warga menuntut pihak Pertamina EP melakuan perbaikan jalan yang rusak. Diduga karena selama ini sering dilalui alat berat untuk kebutuhan operasi lapangan minyak dan gas (migas).

Warga Dusun Payaman Desa Nglobo, Eko Hadi Puntasan menjelaskan pemblokiran jalan ini sebagai bentuk kekesalan warga terhadap kegiatan operasi migas yang dianggap menjadi penyebab utama kerusakan jalan.

"Kami sudah bosan dibohongi terus. Janjinya mau diperbaiki, tapi sampai saat ini tidak ada perbaikan," kata Puntasan, Senin malam (21/2/2022).

Dia mengungkapkan perbaikan jalan yang dilakukan belum maksimal, karena hanya dilakukan tambal sulam.

"Terutama jalan menuju pedukuhan kami. Rusaknya terlalu parah," ujar Puntasan.

Ia menambahkan warga sepakat tidak akan membuka pemblokiran sebelum ada komitmen pasti untuk memperbaiki jalan.

"Rabu nanti akan ada mediasi. Mendatangkan pihak Kecamata Jiken dan DPUPR. Karena jalan ini merupakan jalan kabupaten," jelas Puntasan.

Kepala Desa Nglobo Pudik Harto, membenarkan adanya aksi yang dilakukan oleh warganya yang menuntut jalan untuk diaspal.

"Dulu memang pernah ada perjanjian," kata Pudik.

Menurut dia, kerusakan jalan terjadi akibat adanya proyek pengeboran di lapangan Semanggi. Jalan berlubang dan ketika hujan air menggenang.

"Warga menuntutnya diaspal. Tapi pihak Pertamina rencananya mau dilakukan pengerasan dulu. Tapi warga belum mau," ujarnya.

Warga, lanjut Pudik, berharap ada perbaikan sepanjang sekira 2 Kilo Meter (Km). Sebab sekarang ini jalan hanya urug pedel, sehingga ketika hujan dan dilalui alat berat akan kembali rusak.

Menurut dia, sempat dilakukan mediasi antara warga dengan Pertamina EP, namun belum menemui titik temu.

"Rabu besok pertemuan dilakukan di rumah Kepala Dusun Payaman. Supaya bisa langsung berdialaog dengan warga," ujarnya.

Sampai berita ini diturunkan, suarabanyuurip.com masih berupaya mendapatkan konfirmasi dari pihak Pertamina EP Field Cepu.(ams)


Kredit

Bagikan