Rusia - Ukraina Bersitegang, Pasokan BBM Indonesia Relatif Aman

user
nugroho 21 Februari 2022, 17:38 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - d suko nugroho

Jakarta - Pemerintah mengklaim pasokan BBM dan minyak mentah (crude) dalam negeri relatif aman meski terjadi ketegangan antara Rusia dan Ukraina yang menyebabkan kenaikan harga minyak dunia beberapa waktu ini. Mayoritas BBM dan crude yang diimpor Indonesia berasal dari kawasan Timur Tengah dan Afrika.

"Rusia mayoritas tujuan ekspor minyaknya bukan ke Indonesia, tapi ke Eropa dan RRT. Demikian juga gasnya, sebagian besar ekspornya ke Eropa. Sementara Indonesia mengimpor minyak dari Timur Tengah dan Nigeria. Jadi dengan kondisi itu, kami belum merasakan pengaruh yang langsung (ke pasokan BBM dan crude)," jelas Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Tutuka Ariadji dalam keterangan tertulisnya.

Meski demikian, Tutuka melanjutkan Pemerintah terus mengamati dan mencermati apakah terjadi dampak domino dari ketegangan kedua negara tersebut.

"Kalau Rusia tidak langsung berhubungan dengan kita (terkait BBM). Yang bisa berdampak kalau ketegangan ini sampai ke Timur Tengah atau Afrika, itu berdampak suplai ke kita," terang Tutuka.

Stok BBM dalam negeri saat ini masih sekitar 21 hari, mendekati target sebesar 23 hari. PT Pertamina juga memiliki fleksibilitas yang tinggi untuk mengimpor crude, BBM dan LPG dari banyak negara, sehingga lebih adaptif menghadapi ketegangan geopolitik ini.

Meski demikian, Pemerintah juga telah mengantisipasi dengan mengidentifikasi fasilitas-fasilitas BBM yang dapat dijadikan tempat penyimpanan cadangan operasional.

"Kita membuat komunikasi intensif dengan Pertamina dan pihak lain untuk alert kalau ada sesuatu. Bisa cepat bergerak apabila ada kebutuhan meningkat," tambahnya.(suko)


Kredit

Bagikan