PPSDM Migas Tingkatkan Kemampuan ASN Kementerian ESDM

user
nugroho 17 Februari 2022, 13:44 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - d suko nugroho

Blora - PPSDM Migas membuka pelatihan Production Sharing Contract and Gross Split pada Senin, 14 Februari 2022. Pelatihan tersebut diikuti aparatur sipil negara (ASN) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM).

Wahyu Budi Kusuma selaku pimpinan pelatihan Production Sharing Contract and Gross Split kali ini membuka ruang zoom untuk memberikan pengarahan program kepada para peserta pelatihan.

“Pelatihan kali ini akan dilaksanakan selama tiga hari ke depan yang akan fokus membahas sistem kontrak migas yang ada di Indonesia.  Pelatihan ini akan dibimbing tim dari ITB yang akan menyampaikan materi dan nanti juga akan ada studi kasus untuk belajar tentang work program dan budget,” jelasnya.

Rangkaian acara pelatihan yang akan dilakukan selama tiga hari ini para peserta akan menjalani beberapa kegiatan antara lain di hari pertama mengikuti Pre-Test kemudian Pengenalan Bisnis Migas dan berlanjut dengan materi Production Sharing Contract and Gross Split. Di hari kedua mengikuti materi tentang Work Program and Budget & Authorization for Expenditure. Lalu pada hari terakhir peserta diminta mempelajari sebuah studi kasus tentang Production Sharing Contract and Gross Split yang disediakan pihak penyelenggara lalu ditutup dengan sebuah Post Test.

Dr. Ing. Bonar Tua Halomoan Marbun selaku pemateri menyampaikan pada pelatihan kali ini akan berkenalan dengan begitu banyak istilah ekonomi akuntansi, jadi bukan hanya industri migas dari sisi keteknikan tetapi juga bisa saling sharing sense tentang production contract dan gross split. Semua informasi tersebut ditemukan di internet, namun belum tentu bisa dipahami dengan benar.

"Jadi dengan adanya pelatihan ini kita bisa saling berbagi pengetahuan dan ilmu,” ujarnya.

Dalam materinya, ia menjelaskan tentang Industri minyak dan gas bumi meliputi usaha pencarian (exploration), pengembangan (development), serta produksi cadangan minyak dan gas bumi, usaha pengelolaan minyak dan gas bumi (refinery); dan usaha angkutan dengan kapal laut (tanker) serta usaha pemasaran minyak dan gas bumi serta produk-produk hasil pengolahan yang lain.

“Sifat dan karakteristik industri minyak dan gas bumi berbeda dengan industri lainnya. Pencarian minyak dan gas bumi merupakan kegiatan untung-untungan (gambling), karena meskipun dipersiapkan secara cermat dengan biaya yang besar, tidak ada jaminan bahwa kegiatan tersebut akan berakhir dengan penemuan cadangan minyak. Karena industri migas berbeda maka bagi para penyusun maupun pemakai laporan keuangan memerlukan standar yang sama di dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan perusahaan,” tambahnya.

Ada beberapa materi seperti contohnya industri minyak dan gas bumi harus menerapkan standar akuntansi keuangan dan peraturan perundang-undangan yang berbeda yang menjadikan pelatihan ini menarik untuk diikuti bagi seluruh ASN di Kementerian ESDM.(adv/suko)


Kredit

Bagikan