SKK Migas dan KKKS Ajak Vendor Lokal Dukung Program 1 Juta Barel dan 12 MSCFD

user
nugroho 15 Februari 2022, 21:27 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - Joko Kuncoro

Jakarta - Mendukung capaian target migas 1 juta barel di 2030, Petronas Carigali (PC) Ketapang II Ltd operator di Wilayah Kerja Ketapang menggelar pengembangan penyedia barang dan jasa di Hotel JW Marriott Surabaya. Kegiatan ebertajuk “Local Vendor Focus Group Discussion dan Engagement 2022” untuk mendukung peningkatan kapasitas nasional dan operasi kerja PC Ketapang II Ltd di Jawa Timur.

Kepala Perwakilan SKK Migas Wilayah Jawa, Bali dan Nusa Tenggara Nurwahidi, mengatakan semua pihak harus mempertahankan Jawa Timur sebagai salah satu daerah penghasil migas terbesar di Indonesia. Salah satunya adalah melalui peran serta dari stakeholder di daerah.

“Kegiatan-kegiatan ini dapat memberikan kontribusi di dalam kegiatan usaha industri Migas dan pada kesempatan hari ini PC Ketapang II Ltd telah berinisiatif mengajak pengusaha-pengusaha daerah yang ada di Jawa Timur," katanya, Selasa (15/2/2022).

Senior Manager Supply Chain Management PC Ketapang II Ltd, Fery Sarjana mengatakan, pengembangan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan penyedia barang dan jasa daerah lokal yang berada di WK PC Ketapang II Ltd sangat penting.

"Sehingga siap berpartisipasi dalam setiap kegiatan pengadaan yang diselenggarakan dalam menunjang kegiatan operasional maupun kegiatan usaha hulu lainnya," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Divisi Pengelolaan Rantai Suplai dan Analisis Biaya SKK Migas Erwin Suryadi, mengapresiasi program yang dilaksanakan PC Ketapang II Ltd tersebut. Sebab melalui kegiatan pembinaan penyedia barang dan jasa dapat meningkatkan kompentensi mitra kerja sekaligus memberikan pembinaan kepada para penyedia barang dan jasa serta masyarakat di daerah operasi.

Menurut Erwin pada awal tahun 2022, SKK Migas dan KKKS sudah menyelenggarakan kegiatan vendor day sebanyak 3 kali. Kegiatan ini akan terus dilakukan diberbagai daerah sebagai wujud komitmen industri hulu migas untuk memberikan kesempatan dan memperkuat kompetensi.

"Yakni bagi pelaku usaha penunjang hulu migas di daerah untuk menjadi bagian dan mendapatkan manfaat atas upaya peningkatan produksi minyak 1 juta barel dan gas 12 BSCFD di tahun 2030,” kata Erwin.(jk)

Kredit

Bagikan