PPSDM Migas Berikan Pelatihan Pemboran Tingkat Juru Bor

user
nugroho 14 Februari 2022, 11:08 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - d suko nugroho

Blora - Kegiatan pengeboran di industri migas selain membutuhkan biaya dan teknologi yang tinggi juga mempunyai risiko sangat besar. Salah satu risikonya adalah munculnya semburan liar (kick) yakni masuknya aliran fluida formasi ke dalam lubang sumur ketika tekanan formasi lebih besar dibandingkan tekanan hidrostatik yang menyebabkan adanya aliran fluida yang tidak terkontrol di sepanjang wellbore.

Adanya resiko yang harus dipahami oleh pekerja di industri migas tersebut menjadikan pelatihan dan sertifikasi personel sangatlah diperlukan. Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi (PPSDM Migas) mengadakan pelatihan Pemboran Tingkat Juru Bor dan Ahli Pengendali Bor untuk perusaaan - perusahaan migas di Indonesia.Samsul Hadi Alam, pemimpin pelatihan ini menjelaskan bahwa pelatihan yang dilanjutkan sertifikasi ini sangat penting untuk mereka yang berkecimpung di industri migas terutama seorang Juru Bor dan Ahli Pengendali Bor.

“Seorang Juru Bor dan Ahli Pengendali Bor wajib mengikuti pelatihan dan sertifikasi ini sebagai salah satu syarat melakukan perpanjangan masa berlaku sertifikat dan bagi mereka yang akan naik tingkat ke APB setelah sebelumnya memiliki sertifikasi JB," ujar Samsul seusai pelatihan, Senin (14/2/2022).

"Pelatihan ini sangat crusial karena mereka akan diberikan pengetahuan baik secara Teori dan Praktek dalam operasi workover completion, terutama berkaitan dengan usaha-usaha pencegahan terjadinya semburan liar (blow out),” lanjutnya.

Peserta pelatihan ini berasal dari PT GEOLOG INDONESIA, Pertamina, Trada Tebat Agung, PT Patra Drilling Contractor, PT ELNUSA TBK, PT Carana Bunga Persada serta PT HUILE. (Adv/suko)


Kredit

Bagikan