PPSDM Migas Adakan Pelatihan Ekonomi Hulu Migas untuk ASN KESDM

user
nugroho 14 Februari 2022, 09:59 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - d suko nugroho

Blora - Industri minyak dan gas bumi (Migas) meliputi usaha pencarian, pengembangan serta produksi cadangan. Setelah ditemukan maka usaha pengolahan migas dilakukan di kilang atau refinery yang selanjutnya terdapat usaha angkutan dengan kapal laut untuk memasarkan migas dan hasil olahannya.

Seperti diketahui bersama bahwa sifat dan karakteristik migas berbeda dengan industry lainnya baik dari resiko dan teknologi yang digunakan. Oleh sebab itu, Pusat Pengembangan Sumber Daya Minyak dan Gas Bumi (PPSDM Migas) sebagai salah satu institusi pengembangan sumber daya manusia sub-sektor migas perlu mengadakan pelatihan tentang risiko keekonomian migas berjudul Pelatihan Ekonomi Hulu Migas (EHM) yang telah diadakan pada hari Senin (7/2/2022) di PPSDM Migas.

Novi Hery Yono, course leader pada pelatihan ini menjelaskan bahwa pelatihan EHM ini diadakan selama tiga hari dengan diampu oleh narasumber yang berpengalaman.

“Pelatihan ini diampu oleh Narasumber dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Dr. Ing. Bonar Tua Halomoan Marbun yang sangat expert di bidang kemigasan terutama hulu migas dan juga sisi ekonominya. Harapan kami tentu saja setelah mengikuti pelatihan ini, peserta dapat memahami seluk beluk ekonomi hulu migas,” ungkapnya ketika ditemui setelah pelatihan berakhir (14/2/2022).

Novi menjelaskan bahwa selama tiga hari pelatihan peserta mendapat materi tentang Proses Bisnis di Industri Hulu Migas, Metode Tekno-Ekonomi, Pajak dan Insentif, serta Perhitungan Keekonomian Berdasarkan Pola Bisnis Industri Hulu Migas.

“Banyak sekali materi yang dibahas dalam pelatihan tersebut, salah satunya adalah mengenai pendapatan kotor (Gross Revenue) dalam usaha migas yang umumnya diperoleh dari hasil penjualan produk migas itu sendiri (misalnya minyak, gas dan kondensat. Karena dapat diasumsikan, produksi dikarakteristikkan dengan besarnya produksi pada awal-awal tahun dan mencapai puncak produksi pada tahun-tahun tertentu saja. Yang selanjutnya dapat diambil kesimpulan mengalami penurunan sesuai dengan kondisi reservoirnya," tuturnya.

Selain itu, lanjut Novi, materi yang didiskusikan adalah adanya biaya dalam industry ini yang merupakan cash out flow, yang terdiri dari capital cost, non-capital cost, operating cost, abandonment cost, tax dan sunk cost.

Dari penjelasan yang sangat holistic dan juga danya latihan- latihan diantara pemberian materi tentu saja dapat menambah wawasan karena peserta dapat berdiskuti dan mempraktekkan apa yang telah diperoleh selama berada di dalam kelas.(adv/suko)



Kredit

Bagikan