87 Kontraktor Bojonegoro Ikuti Lokakarya TKDN

user
samian 11 Februari 2022, 18:04 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - Arifin Jauhari

Bojonegoro - Operator ladang minyak dan gas bumi (migas) Banyu Urip, Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) kembali menyelenggarakan lokakarya virtual untuk kontraktor lokal pada 10 Februari 2022. Diikuti oleh 87 kontraktor dari Bojonegoro, Jawa Timur.

Kepala Departmen Humas SKK Migas Jawa Bali dan Nusa Tenggara (Jabanusa), Indra Zulkarnain menyebutkan, kegiatan itu adalah lokakarya ke-23. Kali ini peserta mendapatkan materi tentang Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), Etika Bisnis, Audit, dan Sanksi.

"Penghitungan TKDN ini memang butuh pelatihan khusus seperti ini, karena memang tidak mudah," kata Kepala Departmen Humas SKK Migas Jabanusa, Indra Zulkarnain, saat membuka lokakarya virtual.

Indra menekankan pentingnya pemahaman TKDN. Dimana pemenuhan TKDN adalah kewajiban bagi semua perusahaan di lingkup industri hulu migas. Namun seringkali tidak terpenuhi karena tidak semua kontraktor memiliki pemahaman yang utuh.

"Saya berharap semua peserta mengikuti pelatihan ini dengan baik, semua hal yang belum jelas ditanyakan di sini. Sehingga tidak ada lagi yang tertinggal," imbuh Indra.

Sementara itu, External Affairs Manager EMCL, Ichwan Arifin, menekankan kebijakan EMCL yang terus memberikan ruang bagi kontraktor lokal dalam proses pengadaan barang dan jasa melalui partisipasi berbasis kompetisi sehat. Proses pengadaan barang dan jasa dilaksanakan dengan profesional, kompetitif, dan mengikuti peraturan yang berlaku.

"Selain mematuhi peraturan, kita  juga harus memahami etika bisnis dan sudut pandang audit, agar bisa bekerja dengan nyaman, aman, dan selamat," ujarnya dalam surat elektronik yang diterima SuaraBanyuurip.com, Jumat (11/02/2022).

Mintarsih, kontraktor asal Desa Bonorejo, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, mengakui bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat. Menurut Direktur CV Mahes Mitra Setia itu, masih banyak rekan-rekannya sesama kontraktor lokal yang belum menguasai materi TKDN.

"Pelatihan seperti ini sangat bermanfaat. Apalagi kalau bisa latihan secara privat," ucapnya.

Meski dilakukan secara virtual, para peserta mengaku, pelatihan ini dirasa cukup efektif. Selama hampir empat jam pelatihan, para peserta antusias mengikuti materi yang diberikan.

"Semoga ke depan kita bisa melakukan kegiatan ini secara tatap muka. Jadi interaksinya nggak terbatas karena gangguan sinyal atau teknis lainnya," tambah perempuan muda ini.

Selain pelatihan, EMCL juga memberikan konsultasi kepada para mitra kerja lokal. Namun dalam catatan perusahaan ini, selalu ada perusahaan baru berdiri yang butuh pemahaman dasar. Sehingga pelatihan-pelatihan terus dilakukan meskipun mengulang materi sebelumnya.(fin)

Kredit

Bagikan