PPSDM Migas Berikan Pelatihan Petroleum Engineering untuk ASN KESDM

user
nugroho 11 Februari 2022, 13:56 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - d suko nugroho

Blora - Dalam rangka meningkatkan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM), PPSDM Migas melaksanakan berbagai pelatihan untuk menambah pengetahuan di bidang perminyakan. Salah satu Kegiatan pelatihan yang difasilitasi oleh PPSDM Migas yaitu pelatihan Petroleum Engineering for Non-Petroleum Engineers yang dilaksanakan pada tanggal 9-11 Februari 2022.

Pemimpin pelatihan ini, Eva Faza Rif’ati menjelaskan bahwa pelatihan dilaksanakan secara virtual melalui zoom meeting yang diiikuti oleh 20 lebih peserta yang berasal dari berbagai unit kerja Kementerian ESDM untuk pegawai non teknis.

Pelatihan dimulai dengan mewajibkan peserta untuk mengisi presensi online dan mengerjakan pre-test sebagai salah satu agenda dari pelatihan tersebut. Selain itu juga terdapat post-test yang harus dikerjakan oleh peserta pelatihan serta ada evaluasi kegiatan di akhir pelaksanaan pelatihan.

“Tidak masalah mendapat nilai pre-test berapa pun, karena pre-test ini dibuat sebagai laporan kegiatan pelatihan  untuk melihat progress dari kegiatan dan peserta,” ucap Eva.

Materi pertama tentang Aspek Kegiatan Bisnis Hulu Migas yang disampaikan oleh Wahyu Budi Kusuma tentang aspek yang ada di hulu migas serta bagaimana proses serta mekanisme kegiatan bisnis di perminyakan dan gas pada bagian hulu.

“Meskipun ada perkiraan bahwa energi migas akan digantikan oleh energi alternatif lain namun sampai pada tahun 2050 energi migas masih sangat dibutuhkan. Ada daerah kekuasaan khusus yang dapat dieksplorasi kekayaan sumber daya alamnya. Batas Dataran, Lautan, ZEE, Landas Kontingen penting diketahui untuk dikelola dalam bisnis minyak dan gas bumi,” ungkapnya.

Abdul Wakid, pemateri yang ke-dua menjelaskan tentang standarisasi migas mengenai Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi. Eksplorasi Migas adalah kegiatan yang bertujuan untuk memperoleh informasi untuk menemukan dan memperoleh perkiraan cadangan migas di wilayah kerja yang ditentukan (Pasal 1 UU No. 22/2001 tentang Minyak dan Gas Bumi).

“Dalam Ekplorasi Minyak dan Gas Bumi dilakukan penelitian baik di atas permukaan maupun di bawah permukaan agar mendapatkan data seperti jenis batuan, struktur permukaan, serta teknik geofisikanya. Penting untuk melihat densitas dari batuan sehingga bisa melihat konfiguritas dari cekungan, melihat tingkat sedimennya karena minyak biasanya ditemukan pada sedimen tersebut,” jelasnya.

Selanjutnya peserta juga memperoleh materi tentang pengeboran minyak dan gas bumi dengan risiko kerja yang cukup tinggi sehingga harus menciptakan kondisi yang aman dari kualifikasi personilnya harus tersertifikasi sesuai dengan jabatannya. Sehingga mereka memiliki kemampuan dan kompeten sesuai dengan bidangnya, sehingga meminimalisir terjadinya kecelakaan kerja.

Pelatihan ini menjadi sangat menarik terlebih materi ditutup dengan penjelasan mengenai produksi migas yang membahas bagaimana cadangan migas harus dijaga agar proses yang terkait dengan produksi migas yang ada dalam reservoir bisa dilakukan secara optimal.

Di akhir pelatihan selalu diadakan evaluasi dari peserta terhadap pelaksanaan kegiatan dan penyampaian materi yang disampaikan pengajar agar nantinya bisa dijadikan sebagai acuan untuk pelaksanaan kegiatan yang lebih baik dan sesuai dengan harapan peserta.(adv/suko)


Kredit

Bagikan